NABIRE - Bertempat di aula PKK Kabupaten Nabire Jalan Yos Sudarso, Rabu (4/11) pukul 09.30 WIT, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK) Kabupaten Nabire melalui Bidang Bina Kelembagaan menggelar pelatihan dan pembinaan bagi Kader Posyandu di Kabupaten Nabire Tahun 2015. Asisten I Setda Nabire, I Wayan Mintaya mewakili penjabat bupati, saat membuka pelatihan dan pembinaan tersebut mengatakan, upaya mewujudkan generasi Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera, bukan merupakan sesuatu yang instan, akan tetapi merupakan proses yang berkelanjutan dan harus di mulai sejak dini. Di mulai pada masa pra nikah dengan memelihara kesehatan reproduksi, masa kehamilan sampai dengan masa Balita. Masa balita merupakan masa yang paling penting dalam fase pertumbuhan seorang anak. Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan anak harus selalu di monitor, sehinga tingkat kesehatannya dapat diketahui.Kata bupati, dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Posyandu dan meningkatkan pengetahuan, serta keterampilan para kader Posyandu, harus diadakan pelatihan dan pembinaan kader Posyandu. Sehingga, melalui pelatihan dan pembinaan tersebut bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam melaksanakan kegiatan Posyandu mulai dari mempersiapkan kegiatan Posyandu, memeriksa kesehatan ibu hamil, mengetahui tingkat kesehatan Balita, keadaan Balita dengan gizi buruk dan pemberian makanan pendamping maupun imunisasi.     Menurutnya, dengan adanya kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan oleh para kader, sangat membantu pemerintah maupun pemangku kepentingan dalam mengambil langkah-langkah yang tepat dan strategis meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. “Upaya peningkatan mutu dan kualitas pelayanan di Posyandu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan para kader saja, akan tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya. Terkait dengan hal tersebut, Sendius Wonda berharap, perhatian dan dukungan dari semua pihak terhadap kegiatan Posyandu dalam rangka menyukseskan program Gubernur Provinsi Papua yaitu, Generasi Emas Papua yang disingkat “Gemas Papua”, untuk seribu hari pertama kehidupan setiap bayi yang dilahirkan dan ada di Papua harus memperoleh pelayanan kesehatan dan asupan gizi yang memadai sampai dengan usia 2 tahun. Dirinya juga berharap, kepada seluruh peserta pelatihan dan pembiaan bagi kader Posyandu di Nabire tahun 2015, untuk dapat menjadi fasilitator dan dinamisator kegiatan Posyandu di tiap kampung atau kelurahan, sehingga kualitas pelayanan di setiap Posyandu akan semakin meningkat. Semoga dengan adanya pelatihan tersebut, dapat menambah pengetahun keterampilan dan pengalaman para kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu. (cad)