NABIRE - Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Kabupaten Nabire, Yohanes Aris Pakombong, SE., M.Si, secara resmi menutup kegiatan pendampingan pembuatan cocofiber dan briket di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Worbak. 

Penutupan yang berlangsung pada Senin, (27/10/2025), ini menandai berakhirnya serangkaian pelatihan intensif yang bertujuan memberdayakan pelaku IKM di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Yohanes Aris Pakombong menyampaikan apresiasi kepada para narasumber pendamping, Lina (Cornelina) dan Jun, yang telah mentransfer ilmu dan keahliannya. 

Yohanes Aris Pakombong menekankan, pentingnya pengembangan usaha dari berbagai produk yang dihasilkan, mulai dari sapu, kecap, asap cair, briket hingga media tanam. 

Menurutnya, inovasi ini adalah kunci agar IKM dapat berkembang dan menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

"Hal-hal yang bapak ibu dapati dari narasumber, perlu dikembangkan sebagai usaha industri kecil. Dengan demikian, ada penghasilan dari bapak ibu untuk menghidupi keluarga dan sebagainya," tegasnya. 

Ia juga berharap ke depan IKM-IKM ini dapat memberikan kontribusi nyata sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil, mengurangi ketergantungan pada dana pusat.

Senada dengan kepala dinas, narasumber sekalipun pendamping IKM, Cornelina mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat para IKM Worbak. "Luar biasa semangatnya teman-teman di sini dari proses bagaimana kita proses semua mesin yang ada di sini sampai malam-malam," kata Cornelina, menceritakan antusiasme IKM yang bahkan sampai menyambangi demi memastikan mereka menguasai seluruh materi.

Cornelina menjelaskan, pelatihan tidak hanya fokus pada briket dan cocofiber saja, tetapi juga pada pengembangan produk turunan lain, seperti asap cair dan kecap dari air kelapa. 

Ia berpesan agar ilmu yang ditransfer tidak sia-sia, melainkan harus diimplementasikan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Namun, ia juga menitipkan pesan penting kepada para IKM dan dinas perindustrian terkait keberlanjutan. "Pesan saya sama teman-teman IKM, pada saat nanti mau memakai mesin-mesin itu tolong dirawat dengan baik," pinta Cornelina. 

Ia juga mendesak dinas terkait agar realisasi listrik untuk mesin-mesin segera diwujudkan, mengingat beberapa mesin berteknologi canggih belum dapat dioperasikan secara maksimal.

Lanjut Cornelina, ia juga berupaya membantu mencarikan pasar, khususnya di sekitar Nabire, untuk produk seperti sapu, sabut dan asap cair. Untuk produk kecap dan menekankan pentingnya pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) sebelum dipasarkan secara luas, demi menjamin keamanan konsumsi dan menghindari masalah hukum.

Acara penutupan ini menjadi babak baru bagi IKM Worbak, di mana ilmu dan mesin yang telah diberikan kini menjadi modal utama mereka untuk bertransformasi dari sekadar potensi menjadi kekuatan ekonomi riil yang mandiri dan berdaya saing, dengan harapan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nabire di masa mendatang.(sam)