Peningkatan Drastis Kasus Kekerasan Seksual Anak di Nabire, KDRT Menunjukkan Penurunan

NABIRE - Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Nabire menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025. Sebaliknya, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) justru tercatat mengalami penurunan signifikan, bahkan belum ada laporan yang masuk hingga saat ini.
Data ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Nabire, Sitriani B. S.Sos.
Dalam keterangannya di ruang kerja, Selasa (18/11/2025), Sitriani menyoroti bahwa kasus perbuatan nakal terhadap anak menjadi isu yang paling menonjol tahun ini.
Tren peningkatan kasus anak ini didominasi oleh kekerasan berupa pelecehan seksual, yang peningkatannya dinilai sangat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Untuk saat ini, kekerasan seksual yang terjadi di Kabupaten Nabire ini sangat meningkat. Kami perkirakan peningkatannya mencapai 50 hingga 75 persen dari keseluruhan kasus kekerasan yang ditangani," ujar Sitriani. Angka persentase yang tinggi ini mengindikasikan bahwa kekerasan seksual menjadi masalah darurat yang memerlukan perhatian dan penanganan serius dari seluruh pihak di Nabire.
Di sisi lain, Sitriani mengonfirmasi adanya penurunan pada laporan kasus KDRT. "Kalau untuk KDRT ada penurunan, karena sampai dengan saat ini KDRT belum ada yang masuk," jelasnya.
Ini berarti, hingga tanggal 18 November 2025, belum ada satu pun laporan KDRT yang tercatat di DP3A Nabire.
DP3A Kabupaten Nabire mengimbau seluruh masyarakat dan lembaga terkait untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan perlindungan, terutama dalam menghadapi gelombang kasus kekerasan seksual anak yang saat ini menjadi prioritas utama penanganan di wilayah tersebut.(sam)
Bagikan artikel ini



