Penggelaran LKS SMK Untuk Jawab Kebutuhan Dudi
JAYAPURA - Menjawab tenaga kerja di Dunia Industri (Dudi), Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mangasah sis
JAYAPURA - Menjawab tenaga kerja di Dunia Industri (Dudi), Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mangasah sisawa melalui penggelaran Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menenga Kejuruan (LKS SMK) tingkat Provinsi Papua via dalam jaringan (daring) selama empat hari.
“Dari hari kamis, 4 Agustus lalu hingga hari ini, kami mengadakan LKS SMK tingkat provinsi Papua secara daring. Kegiatan dibuka dan ditutup oleh bapak kepala dinas di hotel Horizon Abepura, Jayapura,” kata Kepala Bidang Pembina SMK Dinas PPAD Provinsi Papua, Yulianus Kuayo kepada Papuapos Nabire, Minggu (8/8/21) kemarin.
Dikatakan Yulianus, LKS SMK adalah momen bagi 138 SMK yang tersebar dalam lima wilayah adat di Provinsi Papua untuk mendorong kualitas lulusan SMK sesuai dengan standar kebutuhan tenaga kerja di Dunia Industri (Dudi).
“Dalam loba ini, diikuti 57 siswa sebagai peserta dan ada guru yang mendampingi. Sedangkan dewan juri dari dunia usaha dan dunia industri di tanah Papua,” jelasnya.
Pada prinsipnya, Yulianus mengatakan, lomba tersebut dilaksanakan guna memberikan ruang bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan otak (pengetahuan) melalui "teori" dan kemampuan serta kompetensi keahlian tertentu.
“Iya melalui praktek dengan melatih kelincahan dan kecepatan mata, tangan dan indra lainnya, lalu mereka lihat bahan dan alat praktek baru siswa bisa tahu, kegiatan LKS SMK ini diarahkan ke situ,” sebut Yulianus.
Selain itu menurut Yulianus, lomba yang diselenggarakan pihaknya sebagai media penyampaian kepada dunia industri terkait standar kompetensi keahlian yang dimiliki oleh siswa SMK.
“Ini penting agar lulusan siswa-siswi SMK ke depan bisa langsung di rekrut oleh dunia industri,” ujar Yulianus.
Lomba kompetensi ini tidak terhenti hingga di tingkat provinsi namun, dikatakan Yulianus, sebagai lomba berjenjang. Maka yang terbaik akan dipilih untuk mewakili Papua dalam lomba LKS Tingkat Nasional, tahun 2021.
“LKS SMK sebagai lomba berjenjang dari tingkat sekolah, tingkat wilayah adat,tingakat provinsi dan nanti tingkat Nasional. kita memilih yang terbaik untuk mewakili Papua di lomba LKS Tingkat Nasional dalam tahun ini,”akunya.
Yulianus berharap kepada guru pendamping agar LKS SMK ini memjadikan sebagai ajang evaluasi diri, untuk melihat kelemahan dan kekurangan untuk lebih meningkatkan kompetensi keahliannya dalam mendidik siswa pada masa mendatang.
“Mari kita saling bahu membahu memberikan dukungan kepada semua pihak, terutama siswa dan guru pendamping. Jangan kalah dari Covid, tetap jaga kualitas dan prestasi,” tutupnya .(eby)
Bagikan artikel ini



