NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire telah resmi kembali membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK dengan sistim angka ganjil dan genap, namun pada awal penerapan ini terlihat belum maksimal.

Namun perlu disadari, bahwa yang namanya barang baru perlu adanya penyesuaian dalam rangka menuju kesempurnaan atau menuju tujuan yang sesungguhnya, sehingga dalam penerapan belajar dengan menggunakan sistim angka ganjil dan genap ini membutuhan waktu.

Sehingga membutuhkan kesiapan yang matang dari semua dewan guru akan tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua murid, sebab waktu belajar atau tatap muka antara guru dan murid di kelas telah dibatasi jamnya.

Sebab sebelum adanya pandemi virus corona melanda dunia ini, jam belajar atau tatap muka antara guru dan murid bisa 6 hingga 7 jam pelajaran, namun disaat pandemi ini pemerintah hanya mengijinkan jam belajar dapat berlangsung selama 4 jam dalam satu hari efektif KBM.

Dari hasil monitoring media ini ke sejumlah sekolah diawal penerapan KBM ganjil dan genap, sesungguhnya terlihat belum maksimal dilaksanakan oleh semua sekolah, namun semunya pasti membutuhkan waktu menuju kesempurnaan yang lebih baik.

Untuk itu, dibutuhkan kesabaran dari semua pihak, sebab KBM di tengah pandemi Covid-19 ini sesungguhnya merupakan tantangan yang paling berat dalam dunia pendidikan, sebab guru dapat menghadapi karakter anak yang berbeda-beda.

Sementara ada pengakuan guru kepada media ini, sebagai kepala sekolah dan guru kami sangat dilematis dalam mengambil keputusan soal KBM di tengah pandemi Covid-19, namun ini menjadi tugas dan tanggung jawab guru terpaksa dilakukan.

Sehingga dengan keterbatasan waktu belajar yang kurang efektif ini, sesungguhnya guru di sekolah membutuhkan dukungan dan kerjasama yang baik bersama orang tua murid, karena dengan waktu belajar 4 jam ini guru lebih banyak memberikan tugas kepada murid.

Dengan harapan tugas ini akan dikerjakan atau diselesaikan sebagai pekerjaan rumah (PR) oleh anak di rumah dengan membutuhkan pendampingan orang tua murid, sehingga kedepan anak tidak lupa dengan pelajaran dan anakpun tidak buat kesibukan lain di luar rumah.(des)