NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Bapperida Bidang Riset dan Inovasi, Rabu (10/07/2024) bertempat di Hotel Mahavira II menggelar kegiatan sosialisasi pengembangan pendidikan dan kebudayaan berbasis kearifan lokal bagi kabupaten seprovinsi Papua Tengah tahun 2024.


Kegiatan tersebut dihadiri Pj Gubernur Provinsi Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos.,MM, diwakili Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Ausilius You, Forkopimda Provinsi Papua Tengah, Forkopimda dari delapan kabupaten dan undangan lainnya.


Dikatakan Pj Gubernur Ribka Haluk dalam sambutan, dibacakan Asisten I Ausilius You, pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.


Melalui pendidikan, pembelajaran berbagai konsep bertujuan untuk mengembangkan serta meningkatkan mutu dan kualitas generasi penerus bangsa, pembelajaran berbasis kearifan lokal adalah salah satu pembelajaran terhadap pengenalan terhadap pengembangan kekayaan yang dimiliki oleh daerah setempat, yaitu berupa pengetahuan, kepercayaan, norma, adat istiadat, kebudayaan, wawasan dan sebagainya yang merupakan warisan dan dipertahankan sebagai identitas dan pedoman dalam mengajarkan kita untuk bertindak.


Berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2023 tentang Pendidikan Nasional, yang merupakan landasan hukum bagi pengelolaan pendidikan di Indonesia, dalam pengembangan pendidikan di wilayah Papua Tengah sangat penting sekali penyesuaian penerapan sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, salah satunya dengan pendidikan berbasis kearifan lokal.


Mengapa kearifan lokal penting dan perlu dijadikan sebagai landasan pendidikan karakter, karena pendidikan karakter dapat dibagun melalui kearifan lokal.
Adapun nilai-nilai dari kearifan lokal tersebut dapat dijadikan pondasi dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, kearifan lokal dapat digunakan dalam mengembangkan pendidikan karakter di Papua Tengah.(rob)