Penanganan Covid-19 di Nabire Sisakan 10 Kasus Positif
NABIRE – Penanganan dan pemulihan bencana non alam novel coronavirus atau biasa disingkat Covid-19 di Kabupaten Nabire menyisahkan 10
NABIRE – Penanganan dan pemulihan bencana non alam novel coronavirus atau biasa disingkat Covid-19 di Kabupaten Nabire menyisahkan 10 kasus positif. Dari jumlah itu tercatat 5 kasus sebelumnya ditambah 5 kasus lama lainnya, diantaranya 1 kasus positif baru, namun masih dalam satu klaster.
Hal ini seperti terang Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, dr Frans Sayori, ketika ditemui awak media Papuapos Nabire belum lama ini.
Dikatakan dokter Sayori, terhitung hingga akhir bulan Mei 2020 ini pemerintah Kabupaten Nabire melalui tim gugus tugas Covid-19 Nabire telah menangani sejumlah kasus positif secara kumulatif sebanyak 19 kasus. Jumlah tersebut, sembilan (9) diantaranya, terang Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Nabire, sudah dinyatakan sembuh dan telah dikembalikan ke keluarga. Untuk saat ini di Posko RSUD Nabire sedang menangani 10 pasien positif, satu diantaranya pasien baru.
Dijelaskan Frans Sayori, 1 kasus positif baru tersebut dalam latar belakang tim kesehatan Nabire, yakni seorang bidan yang sempat berkontak erat dengan keluarga satu satu pasien Covid-19 positif sebelumnya, sehingga beberapa kali hasil pemeriksaan baik itu rapid maupun swab tes yang bersangkutan dinyatakan positif.
“Saat ini yang bersangkutan dengan pasien positif lainnya berada di ruang isolasi guna melaksanakan perawatan insentif di RSUD Nabire, jadi perjalanannya atau kenapa tenaga medis (bidan) ini terkena Covid lantaran kontak erat dengan keluar dari pasien yang positif corona sebelumnya,” tandas dr Frans Sayori.
Lebih lanjut dijelaskan dokter Sayori, dengan harapan tidak membuat kepanikan oleh para rekannya di ruang bersalin RSUD Nabire, yang bersangkutan (bidan yang dinyatakan positif corona) tersebut terinfeksi atau terjangkir dikarenakan yang bersangkutan melakukan pertolongan persalinan diluar rumah sakit, jadi bukan pada saat melaksanakan pekerjaan rutin di ruang bersalin RSUD Nabire.
“Jadi para prinsipnya kami dari tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Nabire sangat menyayangkan hal ini terjadi, karena bidan yang bersangkutan terpapar corona pasca menolong persalinan yang ternyata ibu yang melahirkan tersebut berkontak erat dengan pasien Covid sebelumnya dan terkait ini kami sudah melakukan upaya untuk pencegahan dan penanganan agar kasusnya tidak melebar kemana-mana,” pungkasnya.(wan)
Bagikan artikel ini



