Pemprov Papua Tengah Sudah Siapkan Bantuan Kekeringan di Puncak
NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan bantuan bagi warga terdampak kejadian kekeringan yang terjadi Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Bahan bantuan dari Pemprov Papua Tengah telah digeser ke bandara, karena lokasi itu tidak bisa dijangkau melalui jalan darat. Direncanakan pendistribusian bantuan itu akan menggunakan carter pesawat.

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan bantuan bagi warga terdampak kejadian kekeringan yang terjadi Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Bahan bantuan dari Pemprov Papua Tengah telah digeser ke bandara, karena lokasi itu tidak bisa dijangkau melalui jalan darat. Direncanakan pendistribusian bantuan itu akan menggunakan carter pesawat.
“Kemungkinan besar kalau cuaca bagus besok pagi akan melakukan penerbangan. Kita tangani langkah awal ini untuk sekitar 10 ton beras lalu kita kalkulasi dengan muatan pesawat dan nanti bisa mencapai 10 sampai 12 flight kesana. Kita juga akan mendorong bantuan-bantuan lainnya seperti pakaian dan juga tenaga medis saat ini juga lagi dalam persiapan,” tutur Plh. Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP, MM, kepada Papuapos Nabire, Selasa (25/7/23) kemarin.
Lebih lanjut dikatakan, terkait kebutuhan tenaga medis sedang dikoordinir oleh dinas kesehatan. Apakah kondisi di sana perlu dilakukan pengiriman tenaga medis.
Dikatakan Plh. Sekda Damanik, data sementara jumlah warga di kedua distrik terdampak kekeringan itu sekitar 2.000 jiwa. Namun secara teknis ada di Dinas Sosial dan saat ini dengan BNPB tengah melakukan keakuratan data.
“Kita lakukan tanggap darurat, kita dorong apa yang bisa kita bantu supaya masyarakat di sana jangan sampai kelaparan. Kondisi ini kurang lebih sudah hampir 3 minggu,” tuturnya.
Tertundanya ke lokasi disebabkan lantaran landasan untuk pesawat kurang baik. Sebab lain terkait faktor keamanan di lokasi. Untuk itu, Pemprov Papua Tengah akan mengirim surat ke Polda Papua terkait soal keamanan di daerah itu.
“Kita juga besok akan ditemani oleh pendeta yang akan diterbangkan bersama Kepada Dinas Sosial dan jajarannya dan Dinas Kesehatan. Kita lihat kondisi Kamtibnas di sana dulu. Dia harus di sana untuk melayani kita beberapa hari. Dinas Sosial yang kita kirim masyarakatnya jelas kita bisa tarik kembali,” ujarnya.
Pada kesempatan itu dirinya juga mengklarifikasi bahwa kejadian kekeringan berimbas pada gagal panen, akibat tingginya hujan es. Soal jumlah jiwa di lokasi itu, data yang sementara masuk sekitar 2.000 jiwa bukan 7.000 jiwa. (feb)
Bagikan artikel ini



