Pemprov Gelar FGD Penyusunan RKPD Papua Tengah TA 2027

NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melaksanakan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran (TA) 2027. Kegiatan tersebut fokus pada akselerasi pembangunan, peningkatan SDM, pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi daerah.
Dalam sambutan Gubernur Meki Nawipa, SH, yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Tengah, dr. Silwanus A. Soemoele, Sp.OG(K), MH.Kes, Selasa (7/4/26) mengatakan, Forum Perangkat Daerah (FGD) dilaksanakan pada hari ini merupakan bagian penting dalam rangkaian penyusunan RKPD Provinsi Papua Tengah TA 2027.

Forum ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan momentum strategis untuk memastikan arah pembangunan daerah benar-benar terencana secara terpadu, terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ada pun tema yang diangkat pada tahun ini, yaitu ‘Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah’, sangat relevan dengan kondisi dan kebutuhan pembangunan Papua Tengah saat ini.
Ia juga menegaskan, pembangunan daerah ke depan harus berbasis pada potensi unggulan wilayah, baik sumber daya alam, kearifan lokal maupun kekuatan sosial budaya hingga menggerakkan ekonomi lokal, sehingga manfaat pembangunan langsung dirasakan oleh masyarakat dan mendorong peningkatan daya saing daerah, agar Papua Tengah tidak hanya berkembang secara internal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan dilaksanakan melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor, lintas wilayah serta antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus jujur bahwa tantangan pembangunan Papua Tengah masih cukup besar,” tutur Sumule.
Lanjutnya, keterbatasan infrastruktur dasar di beberapa wilayah kesenjangan pembangunan antar daerah tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih perlu terus ditingkatkan serta keterbatasan kapasitas fiskal daerah yang memiliki peluang yang sangat besar, yaitu kekayaan sumber daya alam, potensi ekonomi lokal yang beragam serta semangat masyarakat Papua Tengah yang kuat dalam membangun daerah.
Ia menekankan beberapa hal penting, yakni pertama, setiap program dan kegiatan harus benar-benar berorientasi pada hasil atau outcome, bukan sekadar penyerapan anggaran.
Kedua, perencanaan pembangunan harus berbasis data yang akurat dan terukur, sehingga kebijakan yang diambil tepat sasaran. Ketiga, perkuat sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Keempat, dorong inovasi daerah sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas pembangunan. Kelima, pastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memiliki dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya ekonomi lokal.

"Saya berharap melalui forum ini dapat dihasilkan rumusan program dan kegiatan yang selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Mendukung penguatan ekonomi local, meningkatkan daya saing daerah serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah,” terangnya.
Partisipasi aktif dari seluruh peserta sangat diharapkan, agar forum ini tidak hanya menghasilkan dokumen, tetapi menghasilkan komitmen juga bersama dalam membangun Papua Tengah yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.(rob)
Bagikan artikel ini



