NABIRE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire gelar pelantikan tiga tim, yakni, pertama, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam rangka mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat, cerdas dan produktif. Kedua, Tim Koordinasi Penanggulangan kemiskinan (TKPKD) yakni menurunkan tingkat kemiskinan perlu dilakukan langkah-langkah koordinasi secara terpadu dan menyeluruh meliputi penepatan sasaran. Pelantikan bertempat di Aula PUPR Jalan Merdeka, Kamis (19/09/2024).


Selain itu, ada juga pembentukan Tim dan Panitia Pengendali Inflasi Daerah. Pengendalian inflasi agar tetap rendah dan stabil sehingga mendukung perkembangan perekonomian daerah dan mensejahterakan masyarakat. Keputusan Bupati Nabire nomor 182 tahun 2024 tanggal 5 Juni 2024. Tersusun Keanggotaan TKPKD Kabupaten Nabire. Nama dan jabatan dalam instansi, pertama pengarah dan pelaksana, bupati Nabire sebagai penanggungjawab, wakil bupati Nabire sebagai ketua, sekretaris daerah kabupaten Nabire sebagai wakil ketua, kepala bappeda kabupaten Nabire sebagai sekretaris, kepala dinas sosial kabupaten Nabire sebagai wakil Sekretaris.


Kelompok pengelola program bantuan sosial dan jaminan sosial pertama, asisten sekretaris daerah bidang pembangunan sebagai kordinator, kepala dinas sosial kabupaten Nabire sebagai wakil kordinator, kepala dinas pendidikan kabupaten Nabire sebagai anggota, kepala dinas kesehatan kabupaten Nabire sebagai anggota, kepala Badan pengelola keuangan dan aset daerah kabupaten Nabire sebagai anggota, kepala satuan polisi pamong praja sebagai anggota.


Nama Tim percepatan penurunan stunting pada dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana kabupaten Nabire tahun 2024. Tim pengarah ketua bupati Nabire, Anggota adalah ketua DPRD, kepala kejaksaan negeri, ketua pengadilan negeri, dandim Nabire, ketua pengadilan agama Nabire, kapolres Nabire.


Sambutan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si yang melalui Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin, disampaikan, stunting bukan hanya masalah kekurangan gizi, tetapi juga masalah kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Dampak jangka panjang dari stunting dapat menghambat perkembangan generasi muda, sehingga berdampak pada masa depan Kabupaten Nabire.


Katanya, penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu tantangan besar bagi pembangunan di daerah ini. Untuk itu Tim Koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah akan menjadi garda terdepan dalam merumuskan kebijakan. Dan program-program yang efektif untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Nabire, kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, serta masayarakat sangat diperlukan agar program-program tersebut tepat sasaran dan berkelanjutan.


Lanjut Ismail, pengendalian inflasi dalam perekonomian inflasi yang tidak terkendali dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah. Untuk itu, peran tim pengendalian inflasi daerah sangat penting dalam memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil. Terutama dalam situasi yang penuh ketidakpastian saat ini.


Ismail dalam pemaparannya, langkah-langkah pengendalian harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari sisi produksi, distribusi hingga kebijakan harga. "Saya selaku kepala daerah mendukung program ini dan percaya bahwa dengan sinegri serta komitmen yang kuat dari semua pihak," pungkasnya.(sam)