Pemkab Nabire Akan Bantu YPK Dana Rp 1 Miliar
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire akan membantu Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Nabire berupa dana sebesar Rp 1 miliar dalam tahun anggaran ini. Tentu, yayasan pendidikan lain juga akan dibantu tetapi besaran nilainya tidak sama.

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire akan membantu Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Nabire berupa dana sebesar Rp 1 miliar dalam tahun anggaran ini. Tentu, yayasan pendidikan lain juga akan dibantu tetapi besaran nilainya tidak sama.
Bupati Nabire, Mesak Magai saat diskusi antara gabungan komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan eksekutif dalam Sidang Paripurna, Sabtu (4/6/22) lalu mengatakan untuk mendukung penempatan tenaga guru honorer di daerah ini, pemerintah akan membantu YPK berupa dana sebesar Rp 1 miliar karena sekolah yayasan YPK paling banyak di kawasan pesisir dan kepulauan di daerah. Pemerintah akan mendukung YPK dengan dana agar yayasan memperhatikan kekurangan tenaga guru di sekolahnya sehingga tidak mengalami kekosongan tenaga pengajar di sekolah.
Bupati Mesak menambahkan, selain YPK masih ada yayasan lain yang mengelola pendidikan di daerah ini seperti Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK), Yayasan Pendidikan Persekolahan Gereja Injili (YPPGI), Yayasan Pendidikan Islam (Yapis), Pongtiku dan lain-lain. Oleh karena itu, pemerintah juga akan membantu yayasan lain yang mengelolah pendidikan selama ini. Jumlahnya tidak sebanyak seperti dana yang akan dibantu kepada YPK, yang penting yayasan lain juga akan diperhatikan oleh pemerintah.
Dengan adanya bantuan yang akan diserahkan kepada yayasan, Bupati Mesak mengharapkan agar yayasan yang mengelola pendidikan di daerah ini ikut menanggulangi kekurangan guru di sekolah-sekolah yang dikelola yayasan untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Nabire.
Bupati Mesak mengungkap akan adanya bantuan kepada sekolah yayasan menanggapi pertanyaan anggota dewan soal kekurangan tenaga guru yang dirasakan selama ini di Nabire terutama di daerah-daerah terpencil, terjauh dan terisolir (3T).
Anggota Dewan, Hj Katherin Maruanaya mengungkap sejumlah sekolah di daerah kategori 3 T sedang terjadi kekurangan tenaga guru sehingga agak sulit untuk mengharapkan peningkatan mutu pendidikan di daerah ini.
Bupati Nabire, Mesak Magai menilai salah satu terobosannya dengan menyokong dana kepada yayasan pengelola pendidikan agar yayasan ikut memperhatikan kekurangan tenaga pengajar di sekolah-sekolah yayasan. (ans)
Bagikan artikel ini



