NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire akan membantu penjual noken dan pinang di kota Nabire. Bantuannya tidak tunai tetapi melalui bank. Pemkab sementara sedang mendata penjual pinang dan noken yang rutin setiap hari.

Bupati Nabire, Mesak Magai dalam diskusi antara gabungan Komisi DPRD Nabire dengan eksekutif, Sabtu (4/6) mengatakan, Pemkab Nabire sedang mendata penjual noken dan pinang di kota Nabire, siapa-siapa penjual tetap untuk mendapat bantuan dari pemerintah.

Bupati Mesak menjelaskan, pendataan dilakukan diam-diam. Karena, kalau pendataan terbuka, nanti banyak penjual dadakan akan muncul sehingga agar bantuannya tepat kepada penjual noken dan pinang yang menetap, pendataan dilakukan diam-diam.

Mesak Magai menambahkan, apabila penjual noken dan pinang sudah terdata, pemerintah akan meminta kartu tanda penduduk (KTP) dan rekening bank. Karena, pemerintah akan menyetor bantuan kepada penjual noken dan pinang melalui rekening di bank. “Mungkin penyerahan terbuka akan dilakukan dalam suatu kesempatan,” jelasnya.

Bupati Mesak mengungkap adanya bantuan Pemkab Nabire ini menanggapi pertanyaan anggota DPRD Nabire, Sambena Inggeruhi yang mempertanyakan kearifan pemerintah untuk menyalurkan dana Otonomi Khusus (Otsus) kepada masyarakat orang asli Papua (OAP) agar menjadi jelas peruntukan dana Otsus kepada OAP.

Bupati Nabire, Mesak mengatakan, bantuan yang akan diberikan kepada penjual noken dan pinang di daerah ini berasal dari dana Otsus.

Selain bantuan kepada penjual noken dan pinang, Bupati Mesak menanggapi pertanyaan anggota dewan, Sambena Inggeruhi mengungkap, Pemkab Nabire dalam tahun ini akan membangun asrama Nabire di Kamp Kei, Jayapura lewat dana Otsus. “Memang saya lihat asrama Mahasiswa di Kamp Kei, Jayapura sudah tidak layak huni,” ungkap Bupati Mesak menjawab usulan anggota dewan Amandus Pigay,

Bupati menambahkan, tahun depan kita akan bangun lagi asrama Nabire di Padang Bulan. Asrama Nabire di Padang Bulan untuk anak-anak local Nabire asal pesisir dan Asrama Mahasiswa Nabire di Kamp Kei untuk anak-anak Nabire dari gunung. “Kita bagi supaya tidak ada yang monopoli,” kilahnya.

Selain bantuan pendidikan berupa asrama di Jayapura, di Nabire juga akan dibangun tempat penampungan bagi anak-anak dari suku Ause. Sementara ini, Bupati sedang menampung 10 anak dari suku Ause, menyewa satu rumah dan sedang sekolah di Nabire.

Disamping itu, melalui dana Otsus juga Pemkab Nabire memberi bantuan pendidikan kepada anak-anak asli Nabire di sekolah dan jurusan langka. Dua diantara di jurusan langka, “Pemkab Nabire sudah membantu mereka,” ungkap Mesak. (ans)