NABIRE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menunjukkan komitmen serius dalam pembenahan tata kelola pemerintahan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pendampingan dan penyusunan Analisis Jabatan (Anjab) serta Analisis Beban Kerja (ABK) perangkat daerah. 

Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Selasa, (4/11/2025), bertempat di Aula RRI Nabire. Kegiatan penting ini secara resmi dibuka Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang. 

Dalam sambutannya, Sekda Pasang menegaskan bahwa pelaksanaan FGD Anjab dan ABK ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien dan akuntabel.

Sekda Pasang menekankan bahwa Anjab dan ABK bukanlah sekadar dokumen administratif belaka. Lebih dari itu, keduanya merupakan dasar utama dalam penataan organisasi, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penyusunan kebutuhan promosi ASN yang diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

Melalui forum FGD ini, Pemkab Nabire menaruh harapan besar agar setiap perangkat daerah dapat menyusun dokumen Anjab dan ABK yang benar-benar analisis dan sesuai dengan kondisi riil serta kebutuhan di lingkungan kerja masing-masing. Dokumen yang akurat akan menjadi kunci utama.

Pasang menambahkan, dengan tersusunnya dokumen yang valid, Pemkab Nabire dapat memastikan bahwa setiap pegawai ditempatkan pada jabatan yang tepat dengan beban kerja yang proporsional. Harapannya, hal ini akan mendorong peningkatan kinerja organisasi Pemkab Nabire secara optimal.

Lanjutnya, penyusunan Anjab dan ABK yang berkualitas baik juga merupakan bagian integral dari program reformasi birokrasi, khususnya dalam aspek penataan kelembagaan dan manajemen SDM aparatur. Ini menunjukkan keseriusan Pemkab Nabire dalam agenda nasional tersebut.

Hal ini secara langsung akan mendukung visi besar Kabupaten Nabire, yaitu untuk mewujudkan pemerintah yang proporsional, menaruh konsep dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik yang lebih prima kepada masyarakat.

Sekda Pasang juga menyampaikan pesan tegas, mengingatkan kepada seluruh peserta agar kegiatan FGD ini tidak dipandang sebagai formalitas semata. Ia mendorong agar forum ini dimanfaatkan untuk berdiskusi secara mendalam, memahami metodologi penyusunan dan berbagai pengalaman antara perangkat daerah.

Apresiasi dan terima kasih khusus disampaikan kepada para narasumber pendamping. Sekda Pasang menghargai kontribusi mereka dalam membantu Pemkab Nabire memperkuat kapasitas ASN dan memastikan proses penyusunan dokumen berjalan sesuai standar.

Sebagai penutup, ia berharap hasil akhir dari kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen Anjab dan ABK yang valid, terukur dan dapat digunakan sebagai landasan utama dalam pengambilan kebijakan kepegawaian yang jauh lebih baik dan terencana di masa mendatang.(amd)