Pemilukada Papua: Polda Papua Antisipasi Kelompok TPN/OPM
Jayapura,– Menjelang Pemilukada Gubernur Provinsi Papua, Polda Papua juga sudah mulai melakukan persiapan – persiapan, mengenai prosedur pengamanan, menjelang pesta demokrasi di Papua, agar dapat berjalan aman. Kepala Biro Operasional Polda Papua Kombes Pol Bonifasius
Bagikan
Jayapura,– Menjelang Pemilukada Gubernur Provinsi Papua, Polda Papua juga sudah mulai melakukan persiapan – persiapan, mengenai prosedur pengamanan, menjelang pesta demokrasi di Papua, agar dapat berjalan aman.
Kepala Biro Operasional Polda Papua Kombes Pol Bonifasius Tampoi, dalam paparan pada Rapat Kordinasi KPU Provinsi Papua dan KPU Kabupaten/Kota Dalam Rangka Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua kemarin pagi Kamis (19/10) di Hotel Relat – Argapura Bawah, mengatakan untuk menghindari ancaman dari kelompok bersenjata yang ingin mengacaukan jalannya pemilukada ini, pihaknya akan melakukan perkuatan – perkuatan pada Polres – Polres khususnya ada di wilayah Pegunungan.
“Untuk Polres – Polres yang ancamannya cukup tinggi, kita akan berupaya semaksimal mungkin, agar penyelenggaraan Pemilukada di wilayah pegunungan berjalan dengan lancar,â€katanya.
Ia mengatakan, untuk pengamanan di daerah – daerah yang harus dilewati jalur sungai dan berjalan kaki untuk dapat menempuh TPS. Dikatakan, tentunya untuk wilayah sungai, kita kan masing – masing polres itu sudah menyiapkan anggota untuk pengawalan logistic. Kalaupun misalnya harus melalui sungai, tentunya kita akan lihat tingkat kerawanan di daerah itu seperti apa,â€tuturnya.
Nantinya kalau memang cukup rawan atau ada ancaman – ancaman dari kelompok bersenjata polisi akan memperkuat anggota di wilayah itu. “Tentunya akan kita lengkapi dengan perlengkapan yang cukup untuk mengantisipasi ancaman – ancaman. Terutama kelompok bersenjata yang melakukan gangguan – gangguan terhadap distribusi logistic pemilukada,â€tambahnya.
Seraya memberikan contoh pada saat Pemilukada di Kabupaten Paniai tanggal 13 Oktober lalu. Walaupun aparat kepolisian bersenjata sudah mengawal petugas KPPS, tetapi terjadi peristiwa penembakan.
“Tentunya kita hanya melakukan bela diri. Kemudian kita mundur. Sebab kalau kita lanjutkan kita khawatir dampaknya akan lebih parah dari itu. Sehingga kita mundur dan berusaha untuk colling down. Tetapi kita bersyukur bahwa pemilukada bisa terlaksana dengan baik,â€ujarnya.
Soal apakah akan ada penambahan pasukan BKO Brimob pada daerah yang tingkat kerawanannya tinggi jelang pemilukada. Menurutnya hal itu akan dibahas pada Rakor nanti.  “Misalnya memerlukan perkuatan, maka kita akan minta perkuatan dari Mabes Polri,â€katanya.
Untuk itu pihak kepolisian akan melakukan upaya pendekatan dengan tokoh – tokoh masyarakat disana untuk bersama –sama menjaga keamanan.
“Sehingga kita harapkan Pemilukada Gubernur bisa terlaksana dengan baik dan lancar dan juga kita bisa segera memiliki pimpinan/gubernur yang defenitif. Kalau perlu satu putaran saja jangan dua putaran, karena masyarakat sudah menunggu terlalu lama gubernur, dikarenakan pemilukada sempat tertunda beberapa lama. Sehingga seluruh wilayah dapat menyelenggarakan pemilukada dengan aman dan tertib,â€katanya panjang lebar.
Selain itu untuk menunjang pengamanan jelang Pemilukada ini, aparat kepolisian akan menggunakan criteria aman, rawan satu dan rawan dua. Kemudian untuk daerah yang dianggap paling rawan untuk satu TPS akan ditempatkan dua aparat kepolisian dan empat linmas.
“Tetapi kalau yang rawan kita tempatkan satu atau dua polisi kemudian empat linmas,â€ungkapnya.
Selain itu juga, aparat kepolisian masih akan melakukan rapat koordinasi diantara jajaran Polres – Polres. Dimana dalam rapat ini akan diketahui mana Polres yang TPS nya rawan, sesuai criteria yang telah ditentukan. Namun apabila ada TPS yang mungkin lebih rawan lagi, maka akan disesuaikan perkuatannya.
Bagikan artikel ini



