NABIRE - Lokasi Bandara baru Nabire, Provinsi Papua Tengah yang sudah berjalan beberapa waktu itu, ternyata masih menyisahkan masalah yang belum diselesaikan dengan pemilik hak asli sengketa, khusus di landasan pacu Bandara Nabire.

Dikatakan Bertha Baransano Lalaun dan Peniel Kogoya, kepada media Jumat (27/6/25), selaku pemilik asli wilayah yang sudah dibuat menjadi landasan pacu Bandara Nabire baru di bagian arah Pantai Kaladiri. 

“Sampai saat ini pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta pihak Bandara Nabire baru belum ada penyelesaian dengan baik, jadi terpaksa dalam waktu dekat akan kami palang.

"Kami kasih waktu satu bulan, kalau masih juga tidak ada respon, terpaksa kami palang pintu masuk Bandara Nabire baru," ujar Kogoya.

Ditambahkan Bertha Baransano Lalaun, belum ada penyelesaian dengan pemilik asli yang punya wilayah, jadi untuk sementara aktivitas kerja di areal ini kami hentikan. 

"Kami sudah menunggu lama dengan janji-janji yang kalian buat dan tidak ditepati sampai saat ini untuk menyelesaikan masalah ini," ungkap Baransano Lalaun.

Pantauan media sampai saat ini aktivitas di Bandara Nabire baru berjalan dengan baik dan lancar, seperti sudah tidak ada masalah. Tapi ternyata masih ada masalah yang selama ini belum terselesaikan dan masih menjadi utang pihak terkait kepada pemilik asli yang punya sertifikat tanah lengkap di lokasi yang dibuat menjadi landasan pacu Bandara tersebut.(rob)