NABIRE - Bupati Nabire dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III Setda Nabire, Pieter Erari, SE.,M.Si mengatakan, Pameran Pembangunan Perempuan Papua (Bantuan Pemasaran Hasil Produksi), yang digelar sejak Senin (6/8) hingga Kamis (9/8), dilakukan dalam rangka implementasi instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.  Program dan kegiatan ini juga merupakan implementasi Permendagri Nomor 15 Tahun 2008 yang mengamanatkan pemerintah daerah berkewajiban meningkatkan keadilan dan kesetaraan dalam kedudukan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan di bidang politik, ekonomi, sosial,  budaya dan lainnya. Kata bupati, di bidang ekonomi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta OPD terkait lainnya telah melaksanakan bimbingan dan pendampingan pengolahan bahan-bahan lokal menjadi hasil karya, seperti noken, moge, dan menu pangan ciri khas Papua dan lainnya. Dimana, hasil pendampingan dan karya para perempuan Papua di Kabupaten Nabire dapat dilihat dan  disaksikan oleh masyarakat selama pameran berlangsung. Dirinya selaku pimpinan daerah, memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, OPD terkait, serta kepada semua perempuan Papua yang telah ikut aktif terlibat dalam program dan kegiatan tersebut. Perlu diketahui bahwa, pameran pembangunan hasil karya perempuan merupakan upaya perluas jaringan pemasaran hasil karya perempuan Papua dan pengenalan budaya Papua, serta meningkatkan peran serta perempuan Papua di Kabupaten Nabire. “Dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat budaya masyarakat Nabire melalui pameran hasil kerajinan dan kuliner khas Papua di Nabire. Hal ini, pada giliran kita harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga, di bidang ekonomi masyarakat,” ujarnya.  Dirinya meminta kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar medukung dan mendorong kegiatan seperti yang dilakukan hari ini, agar hasil karya usaha kecil dan menengah  perempuan asli Papua dapat meningkat di waktu-waktu mendatang.“Tuhan telah membekali setiap manusia dengan talenta dan kemampuan, termasuk perempuan Papua untuk mengembangkan hidupnya di bidang ekonomi. Itu artinya, tidak ada orang yang tidak bisa, semua orang bisa, yang membedakan adalah kesempatan, pendidikan dan pendampingan serta keuletan dan ketabahan menjalani sebuah usaha,” paparnya.  “Saya minta kepada OPD terkait agar terus melakukan pendampingan kepada perempuan Papua agar mereka memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan untuk mensejahterahkan diri dan keluarga mereka melalui potensi pribadi dan potensi alam yang mereka miliki,” tambahnya. Bupati juga secara khusus meminta kepada masyarakat Nabire, khususnya bagi perempuan Papua, dirinya mengajak untuk terus berusaha, belajar kembangkan diri, budayakan menabung. Jika belum punya kemampuan usaha, minta arahan kepada OPD terkait atau kepada bank untuk didampingi berusaha. Kepada bank-bank yang ada di kabupaten Nabire agar menyediakan kredit bagi perempuan-perempuan Papua yang sudah mengembangkan usaha, berikan pendampingan dan kurangi beban persyaratan. Festival budaya ini dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan eksistensi budaya dari setiap suku dan dengan demikian, kita saling mengenal dan memahami satu sama lain sehingga dapat mempererat hubungan antar suku yang ada di Kabupaten Nabire.Pameran pembangunan perempuan, diharapkan agar dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi semua pihak di kabupaten Nabire, khususnya bagi  perempuan asli Papua untuk mengembangkan aneka kerajinan dan pangan khas Papua di Nabire. (cad)