NABIRE — Pemerintah Distrik (Pemdis) Nabire mulai mengambil langkah cepat untuk menata wajah kota menjelang perayaan hari raya di bulan Desember 2026 mendatang. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius adalah penataan para pedagang petasan yang kerap menjamur di pinggir jalan. 

Pemerintah berencana untuk melokalisir seluruh penjual petasan ke dalam satu titik khusus agar aktivitas tersebut lebih tertata dan tidak semrawut.

Kepala Distrik Nabire, Yusak Jitmau, SE, menegaskan penataan ini sangat penting untuk menjaga keindahan dan ketertiban kota ke depan. “Ini kira-kira ke depan kita menata itu seperti apa. Kemudian ini baru saja, para penjual petasan ini saya sudah panggil. Saya sampaikan ke mereka bahwa kita menjelang Desember nanti itu sudah tidak ada lagi penjualan petasan di jalan-jalan protokol, pinggiran jalan protokol seperti tahun kemarin, sudah tidak ada,” ujar Jitmau saat ditemui Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Selasa (9/06/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Jitmau menjelaskan pihak pemerintah tidak sekadar melarang, melainkan juga memberikan solusi yang berkeadilan bagi para pedagang. 

“Jadi tadi saya panggil mereka itu untuk sampaikan ke mereka ada tiga alternatif yang pemerintah siapkan yaitu di dalam Pasar Mama-Mama Papua, kemudian di Taman Gizi, kemudian di Jalan Sisingamangaraja itu yang tempatnya Padewa. Itu alternatif-alternatif yang nanti kita siapkan untuk mereka,” ungkapnya.

Langkah tegas ini diambil demi kenyamanan seluruh masyarakat Distrik Nabire, terutama dalam hal pemanfaatan fasilitas publik. Jitmau menekankan ruang publik dan jalan raya harus dikembalikan fungsinya sebagaimana mestinya. 

“Jadi saya sampaikan ke mereka bahwa kita ke depan sudah tidak ada lagi misalnya kegiatan ekonomi yang mengganggu di sepanjang jalan, itu akan ditertibkan semua,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai sasaran penertiban tersebut, Jitmau mengklarifikasi bahwa aturan ini menyasar para pedagang lapak, bukan pelaku usaha grosir. 

“Ini kalau yang distributor ini enggak, ini mereka yang selama ini bikin lapak-lapak langsung di bawah. Kalau distributor ini kan mereka cuma menyiapkan stok saja,” jelasnya meluruskan sasaran kebijakan tersebut.

Pihak yang dipanggil oleh otoritas distrik merupakan para penggerak lapangan yang mengoordinir keberadaan lapak-lapak musiman tersebut di sepanjang jalan kota. 

“Koordinator yang langsung yang punya lapak-lapak di sepanjang jalan, ini yang tadi saya panggil untuk sampaikan ke mereka, kita sudah tidak ada kegiatan ekonomi yang mengganggu arus lalu lintas seperti tahun-tahun kemarin itu sudah tidak ada,” tambah Jitmau.

Melalui sosialisasi yang dilakukan sejak dini, Pemerintah Distrik Nabire berharap para pedagang dapat bersiap dan mengikuti regulasi baru ini tanpa adanya konflik di lapangan. 

“Pasti kami akan tertibkan sehingga jauh-jauh hari sebelum Desember kami sudah sampaikan untuk bagaimana kita dari pihak pemerintah bangun koordinasi dengan mereka koordinator-koordinator penjual petasan di lapangan,” tutup Jitmau mengakhiri wawancara. (sam)