NABIRE - Pemerintah Kabupaten Paniai melalui dinas terkait perlu mendorong masyarakat petani kopi, Akulian Pigome, berupa modal dan alat perawatan agar ia bisa semangat kerja.  Akulian Pigome merupakan salah satu petani kopi dampingan Yapkema Papua di Kampung Geiketago, Distrik Nakama, Kabupaten Paniai. Lahan kopinya seluas nyaris satu hektar. Ia mulai menanam pada tahun 2016, dengan mengambil bibit dari salah satu petani kopi di kampung tetangganya, yaitu Itoka. 

"Ada sekitar 550 pohon kopi yang saya tanam. Ada yang sudah berbuah tahun lalu, ada juga yang baru mau berbuah," kata Pigome. 

Ia sudah mulai petik buahnya untuk diproses dan dijual.

Salah satu kendala yang dialami Pigome adalah belum adanya alat perawatan kebun seperti gunting dan gergaji pangkas. 

Dalam kunjungannya beberapa minggu lalu, sekalian dibawakan peralatan kebun yang dibutuhkan Pigome. Ia senang bukan kepalang, dan langsung mulai menggunakan peralatan tersebut.

Dengan cekatan ia membuka dus, tes beberapa kali, dan kemudian mulai memotong beberapa tunas air yang bermunculan pada bagian samping dan bawah batang utama tanaman kopi. Cabang-cabang tersebut membutuhkan suplai makanan yang sangat besar, bikin rimbun tanaman kopi, sementara tidak menghasilkan buah alias tidak produktif.

"Cabang yang tidak bermanfaat potong, buang. Yang bermanfaat saja yang kasih tinggal," jelas Pigome, lugas. 

Ungkapan bapa Pigome di atas kemudian mengingatkan saya pada perkataan seorang kawan, bahwa di dalam proses berkebun itu banyak sekali metafora-metafora kehidupan yang sarat akan maknanya. 

Misalnya dalam beberapa tanaman, terutama tanaman buah, kita harus secara rutin memotong cabang dan daun-daun keringnya, atau kalau pertumbuhannya lebat, mesti dipangkas supaya pertumbuhan buahnya lebih baik. Saya kira, dalam kehidupan kita pun, terkadang, kita harus menyadari dan menanggalkan hal-hal yang sebetulnya tidak esensial dalam hidup kita; hal-hal yang di kemudian justru menghambat pertumbuhan dan kemajuan kita.

Seperti kata Bapa Pigome tadi. Yang tidak baik untuk tumbuh kembang kita, kita buang, yang baik kita dipertahankan dan rawat. (modes)