NABIRE - Peneliti Pertama Balai Arkeologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Provinsi Papua, Klementin Fauryo, meminta agar Pemda Nabire serius mendukung kegiatan Situs Momorikotey yang berada di Pulau Kapatar Kampung Mambor. Sebab dari hasil penelitian yang dilakukan Tim Arkeologi Provinsi Papua telah ditemukan benda-benda kuno. Dan juga ditemukan tulang atau rangka manusia dengan kedalaman galian sedalam 1,65 Cm yang merupakan tulang moyang orang Papua.

“Dengan ditemukannya tulang atau rangka manusia ini, berarti telah terungkap siapa kita orang Papua yang sesungguhnya mendiami negeri dan Tanah Papua. Namun untuk mengangkat rangka tersebut tidak segampang kita membalikan telapak tangan,” ujar Klementin Fauryo, M.Si, Peneliti Pertama Arkeologi Papua kepada Papuapos Nabire, Selasa (29/6).

Ditambahkan, tim arkeologi membutuhkan tim ahli dan juga waktu yang panjang untuk mengangkat rangka manusia yang telah ditemukan itu.

Selaku Peneliti Pertama Arkeologi Kemendikbud RI di Papua, dirinya mempunyai harapan di suatu saat nanti Situs Momorikotey menjadi obyek wisata bagi Pemda Nabire. Tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang mengungkap siapa kita yang berada di Tanah Papua.

Untuk itu selaku tim peneliti, setelah mendatangkan tim ahli guna mengangkat rangka manusia yang telah ditemukan, selanjutnya rangka tersebut akan direkontruksi. Setelah itu barulah bisa diletakan pada musium daerah. Sehingga tim arkeologi hanya membutuhkan keseriusan dari Pemda Nabire.

Dan perlu diketahui bahwa dengan ditemukannya fosil rangka manusia, merupakan suatu pergumulan dan doa yang dilakukan Tim Arkeologi Papua. Dengan demikian rangka tersebut pasti akan diangkat dan diteliti. (des)