NABIRE - Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) setempat, memberangkatkan wakilnya untuk mengikuti Pelatihan Listrik Tenaga Surya. Delapan peserta mengikuti pelatihan dan pembinaan teknis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlangsung tanggal 11 hingga 12 Maret tahun 2014, di Jawa Barat. Dengan beberapa komponen yang dilatih seperti panel surya, controller, aki bateray dan inventer.   “Pembangunan mesin listrik tenaga surya ini langsung dibiaya dengan sumber dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2013 pembangkit listrik tenga surya (PLTS) dengan sumber dana DAK perubahan tahun anggaran 2013,” kata salah seorang peserta, Otopianus Tebai, kepada media ini, Rabu (19/3). Dikatakannya, pembangkit listrik tenaga surya terpusat adalah suatu pembangkit listrik dengan sistem komunal. Dengan modul surya yang digunakan dengan komponen yang terdiri dari rumah pembangkit panel surya sebagai pembangkit listrik controller, aki bateray alat pengalur sebagai pengedali arus masuk dan arus keluar. Selain itu juga dilakukan pelatihan pemasangan mesin pembangkit (power house) dengan instalasi kabel yang sudah ada ditempat pelatihan yang ada di masing-masing tempat ruangan.  “Dalam program yang kami diikut serta pelatihan Jawa Barat melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Energi juga memprogramkan kegiatan dengan nama perluasan jaringan di rumah masyarakat yang ada di tempat kerja nanti di Kabupaten Dogiyai, distrik-distrik dan kampung yang tersebar di Kabupaten Dogiyai,” tuturnya. Selain itu , peserta pelatihan berharap kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung akan difasilitasi dan didorong terus dan akan diakomodir di dalam DPA Tahun anggaran 2014. Agar ilmu yang ditekuni pada waktu pelatihan itu benar-benar diterapkan dan dipraktekan kepada masyarakat di kampung-kampung dan distrik. Melalui telepon selurernya, ketua tim pelatihan bimbingan teknis, Musa Tebai, S.Sos menyampaikan, pelatihan merupakan momen yang sangat penting bagi seseorang sebelum melaksanakan suatu kegiatan. Sebab dengan pelatihan, seseorang dapat mengetahui apa dan bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan yang akan dilakukan.  Hal ini dimaksudkan agar seseorang tidak banyak mengalamikesulitan, sehingga dapat mengurangi kesalahan–kesalahan, dan dapat nenghindari kerugian yang ditimbulkan akibat kelalaian kerja. Diharapkan agar melalui pelatihan tersebut pemerintah daerah dapat memberikan dorongan kepada peserta pelatihan. (modes)