Pemda Deiyai Diminta Tuntaskan Pembangunan Asrama Mahasiswa
DEIYAI - Asrama mahasiswa Deiyai di Kota Studi Jayapura yang berlokasi di Kamkei, mulai dibangun beberapa tahun sejak kepemimpinan bupati ka
DEIYAI - Asrama mahasiswa Deiyai di Kota Studi Jayapura yang berlokasi di Kamkei, mulai dibangun beberapa tahun sejak kepemimpinan bupati karateker.
Namun hingga saat ini, bangunan asramanya belum tuntas.
Untuk itu, diharapkan kepada lembaga eksekutif melalui dinas teknisnya, segera menyelesaikan bangunan asrama mahasiswa Deiyai di Kota Studi Jayapura.
Hal ini ditegaskan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Deiyai, Onesmus Madai, ST, usai sidang penetapan anggaran tahun 2021, kemarin.
Dikatakanya, mahasiswa Deiyai yang sedang kuliah di sejumlah kota studi di Indonesia, paling banyak mahasiswa Deiyai di Kota Studi Jayapura.
Jika dibandingkan dengan mahasiswa Deiyai di kota studi lainnya.
Selama ini, kebanyakan mahasiswa Deiyai tinggal di rumah–rumah kos di Jayapura.
Sehingga para mahasiswa banyak keluarkan biaya.
Kalau mahasiswa tinggal di asrama, pasti saja beban biayanya akan berkurang.
Apalagi kondisi ekonomi saat ini biaya ekonomi juga cukup tinggi dan dana yang digunakan para mahasiswa juga hasil upaya dari orang tuanya.
Hal ini perlu diperhatian serius pemerintah daerah, dalam hal dinas teknis untuk menyikapi kondisi asrama yang sedang dialami para mahasiswa di Jayapura.
“Penegasan saya selaku Ketua Komisi A DPRD kepada dinas teknis soal sikapi bangunan asrama mahasiswa, bukan bicara kali ini saja tetapi saya mulai bicara melalui sidang maupun di media massa, sejak saya dilantik dua tahun lalu.
Saya prihatin sekali kondisi asrama mahasiswa Deiyai berlantai tiga di Jayapura, yang masih saja belum selesai.
Padahal, asramanya dibangun sejak penjabat bupati di Deiyai.
Tetapi selama beberapa tahun lalu, hingga saat ini belum dibenahi dan bangunan asrama masih saja belum selesai,” ungkapnya.
Dijelaskannya, salah satu keluhan yang sedang dialami para mahasiswa Deiyai di Jayapura, masalah kondisi bangunan asrama mahasiswa berlantai tiga di Kamkei Jayapura.
Jika pemerintah daerah melalui dinas teknis, menyikapi keluhan tersebut, maka pemerintah daerah Deiyai sudah dapat menjawab salah satu kebutuhan para mahasiswa di Kota Studi Jayapura.
“Kehadiran asrama akan mempengaruhi pola dan niat belajar para mahasiswa.
Jika tinggal di asrama lebih bebas dan hanya berpikir mau belajar saja.
Tetapi kalau tinggal di rumah kos atau tinggal di keluarga, niat belajarnya juga berpikir akan terikat.
Hal-hal kecil ini akan mempengaruhi studi selama jauh dari orang tuanya,” ujar Ones yang juga mantan jurnalis Tabloid Jubi.
Dia juga menambahkan, berbagai program pembangunan yang dirancangkan pemerintah daerah, salah satu diantaranya adalah program pendidikan.
Sasaran pendidikan yang akan dicapai meningkatkan sumber daya manusia.
Untuk meningkatkan sumber daya manusia berkwalitas melalui pendidikan dan non pendidikan, didukung dengan sarana penunjang.
Asrama mahasiswa salah satunya.
“Para mahasiswa generasi penerus bangsa, daerah, gereja, keluarga dan pejabat di Deiyai, Papua, Indonesia.
Setelah mereka selesai pendidikan atau kuliah pasti mereka akan kembali ke Deiyai bangun daerah.
Sehingga perlu ada perhatian pemerintah daerah kepada para mahasiswa Deiyai di Jayapura khususnya, terutama menyangkut asrama yang masih pertengahan bangunannya,” tandasnya.
Dia berharap kepada semua pihak, terutama eksekutif, satukan langkah bangun daerah di segala bidang pembangunan agar Deiyai juga dapat maju seperti di daerah lain di Indonesia. (hbb)
Bagikan artikel ini



