NABIRE - Masyarakat Swakarta Mandiri TSM Dusun Kalimerah RT 18 RW 06 Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, sedang melakukan sejumlah kegiatan. Utamanya melakukan pembongkaran jalan guna mempersiapkan tata ruas kampung. Demikian dikatakan Ketua TSM, Parinus Waker, yang juga ketua pembangunan Gereja Kemah Injil Eklesia, Kamis (6/2), saat bertandang ke redaksi Papuapos Nabire.Diungkapkan Parinus, saat ini sedang dibangun Gereja Kemah Injil Eklesia dan masyarakat menyewa alat berat dari PT. Lancar Jaya guna melakukan pembongkaran jalan poros dari darat kelaut/Waroki yang mencapai 2.700 meter dan dilanjutkan hingga 3.000 meter atau 3 km.Menurut Parinus Waker, pembongkaran lokasi Swakarta TSM dilakukan dengan dua tujuan. Pertama persiapan tata ruas kampung, kedua, pembongkaran jalan hingga menembus Waroki agar SDN mudah masuk SMPN 3 Kalimerah Distrik Nabire Barat.“Hal ini akan menunjang pemerintah Kabupaten Nabire dan itu perlu untuk ditinjau,” ujarnya.“Rencana pembongkaran jalan sepanjang 3 Km arah dari darat ke laut, arah dari timur ke barat sepanjang 2,5 Km dengan 15 gang/jalur. Inilah pembongkaran sebagai persiapan tata ruas kampung sambil menunggu pamekaran Kampung Kalisemen SP2 ke Swakarta Mandiri TSM Dusun Kalimerah,” ungkapnya.Menurutnya, untuk persiapan fasilitas umum 400 kali 400 meter, persiapan lapangan sepakbola 200 kali 400 meter. Sementara pemerintah pada tahun 2013 telah membagun SD 6 kelas, SMP 5, kopel dan Puskesmas Pembantu (Pustu).Dikatakan Parinus, tahapan menuju kerah itu sudah lama dilakukan dengan mengajukan proposal kepada pemerintah daerah. Proposal pertama diajukan sebagai permohonan pembongkaran jalan dengan nomor surat : 01/EXT-SP/KI/I/94 tertanggal 12 September. Pemerintah membertahukan bahwa pembongkaran jalan masuk depan pemancar RRI Wadio hanya dilakukan sepanjang 500 meter karena alasan lokasi rawa yang akan mengakibatkan alat berat tertanam dan tidak dilanjutkan.Pengajuan permohonan kedua ditujukan kepada Irigasi pada ahun 1997,  melanjutkan pembongkaran jalan sepanjang 1 km, dua jalan poros dengan jarak 400 meter  5 gang/jalur.Pengajuan ketiga, dengan nomor surat : 08/BPJ/I/2000 tanggal 11 Januari tahun 2000 tentang permohonan perpanjangan pembongkaran jalan, dan sebagai jawabanya pemerintah akan memperhatikan hal itu.Pengajuan keempat, dengan nomor surat : 09/PBP-JPLJG/VII/2008, tentang permohonan peningkatan jalan, penerangan/listrik, pembangunan jembatan dan gereja.Pengajuan kelima, dengan nomor surat : 44PPJ-DK/IX/2012 tanggal 3 Desember 2012 tentang penimbunan jalan, pengajuan keenam, dengan nomor : 42/PRJ/N/2001, tentang permohonan pengasalan jalan.Kata Parinus, melalui sejumlah permohonan itu, warga masyarakat Kaimerah menunggu jawaban dari pemerintah Kabupaten Nabire yang pada tanggal 22 Januari 2000 berjanji akan memperhatikan permohonan masyarakat.“Sambil menunggu jawaban pemerintah, masyarakat secara swadaya sedang membnagun gereja, menyewa alat berat pada tanggal 2 Februari 2014 untuk perpanjangan pembongkara jalan poros dari arah laut menuju darat,” ungkapnya.“Kemampuan swadaya masyarakat sangat terbatas, oleh karena itu kami memohon perhatian dan bantuan dari pemerintah baik Provinsi Papua maupun Kabupaten Nabire guna mendorong/melanjutkan persiapan tata ruas Kampung Swakarta Mandiri TSM Dusun Kalimerah. (iing elsa)