NABIRE - Jalur 5 Bumi Raya Nabire Barat (Nabar), yang menjadi akses utama menuju lokasi percontohan (demplot) program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad), tengah dibersihkan secara gotong royong oleh pemerintah distrik dan masyarakat. Langkah ini diambil dalam rangka menyambut kunjungan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koperasi, Menteri Desa, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kepala Badan Pangan Nasional (BGN). 

Kegiatan pembersihan yang dilakukan pada Sabtu (9/8/2025) kemarin, merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) serta Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Desa. 

Jajaran pejabat negara ini dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi demplot tersebut pada 11 atau 12 Agustus mendatang.

Kepala Distrik Nabar, Anang Subekti, S.Sos, menjelaskan program Tekad merupakan inisiatif dari Kementerian Desa yang menargetkan Orang Asli Papua (OAP) sebagai sasaran utamanya. Di wilayah Nabire Barat sendiri, terdapat dua lokasi kegiatan Tekad, yaitu di SP1 Bumi Raya dan Gerbang Sahdu.

Anang menambahkan, pembersihan jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer ini menjadi prioritas, meskipun tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi jalan yang berlumpur dan berlubang. 

Ia mengakui bahwa upaya perbaikan jalan membutuhkan biaya besar, dan saat ini, pemerintah distrik tidak memiliki anggaran yang memadai untuk menimbun material. Kendala anggaran ini membuat perbaikan jalan menjadi tidak maksimal. 

Anang berharap ada solusi dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Ia optimistis bahwa setelah pertemuan dengan bagian umum pemerintah provinsi, akan ada kejelasan terkait bantuan dana atau material untuk penimbunan jalan.

"Solusinya kita harus timbun, meskipun tidak timbun penuh, minimal yang tergenang dan berlumpur itu kita usahakan," kata Anang. Ia berharap dapat segera mendapat kejelasan agar material penimbunan bisa didatangkan dan perbaikan jalan dapat segera dimulai.

Meskipun menghadapi banyak kendala, Anang menegaskan bahwa ia bertanggung jawab sebagai kepala distrik untuk menyukseskan agenda pemerintah ini. Ia berharap agar kondisi alam di Kabupaten Nabire yang kerap berubah tidak menjadi hambatan serius.

"Yang jelas saya sebagai kepala distrik berupaya semampu mungkin untuk menyukseskan agenda pemerintah ini," pungkasnya.(sam)