Pembentukan Satgas untuk Tuntaskan Kasus Malaria di Papua Tengah
NABIRE - Pertemuan penuntasan malaria yang ke-9 Asia Pasific Leader Summit on Malaria Elimination.

NABIRE - Pertemuan penuntasan malaria yang ke-9 Asia Pasific Leader Summit on Malaria Elimination. Unity in Action, Towards Zero Malaria yang berlangsung di Bali, pada Senin (16/5/2025). Dimana pertemuan tersebut diikuti Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos.,M.Si ini membahas pengentasan malaria di seluruh dunia dan dihadiri oleh negara-negara bagian lainnya.
Dalam presentasinya, Wagub Papua Tengah, Deinas Geley menyampaikan penandatanganan telah dilakukan untuk menuntaskan malaria tersebut. Khusus di Papua Tengah ada 8 kabupaten dan malaria yang terbesar 97% ada di Timika dan menyumbang terbanyak di seluruh Indonesia dan yang berada di Papua Tengah.

"Malaria yang terkena 492 orang kemudian presentasenya 97%, kemudian yang kedua ada di Kabupaten Nabire, yaitu sekitar 45%, sedangkan di 8 kabupaten yang lain, kabupaten Deiyai kasus malarianya kosong," ujarnya.
Ia menambahkan, Paniai 5%, Puncak 10%, Intan Jaya 5%, Puncak Jaya 5%, Deiyai 0%, Dogiyai 4%. Kesimpulannya untuk di Papua Tengah, Kabupaten Nabire dan Kabupaten Timika penyumbang Malaria terbesar dan skala nasional.
Pada Senin, (16/6/2025) telah menandatangani, dan membuat keputusan yang disepakati oleh semua pihak. Dimana akan ada pembentukan Satuan Petugas (Satgas), ketua Satgas di provinsi akan dibentuk, kepala dinasnya akan dibentuk lalu untuk di Kabupaten Nabire dan Timika. Di Nabire tentunya bupati dan sekretarisnya kepala dinas kesehatan dan dibawahnya akan diawasi oleh Puskesmas setempat, kecamatan serta distrik yang ada untuk menuntaskan malaria yang ada.

Turut pula hadir dalam pertemuan tersebut, Mantan Presiden Republik Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.(edi)
Bagikan artikel ini



