NABIRE - Pembangunan di Provinsi Papua Tengah selama dua tahun lebih sudah berjalan, namun masih banyak kekurangan terkait data yang kurang valid. Penjelasan Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah Jull Eddy Way, S.Sos, Rabu (19/2/25) saat ditanyai beberapa awak media terkait data mengatakan, kepentingan pihaknya layak melayani publik diawali dari data.

“Kami sedang mengupayakan ada semacam peta jalan seperti apa peta jalan yang membangun Papua Tengah ini dan peta jalan itu harus disupport oleh data jenderal atau sectoral,” ungkap Eddy Way.

Lanjutnya, kesempatan hari ini dibicarakan sectoral, sehingga BPS sebagai institusi sebagaimana sepakat untuk merumuskan tentang data-data sectoral. Seperti apa, intinya bahwa data itu memastikan berjalan menuju arah di tahun ini dan tahun depan sampai tahun 2029 mendatang.

Pembangunan Papua Tengah, seperti apa dalam istilah sosial disebut kalibrasi. Kalibrasi itu apa, kita berdiri menengok ke belakang melihat kekinian dan menatap ini arah depan seperti apa dan semua ini adalah perlintasan yang harus disediakan dengan data-data.

“Karena tanpa data kita akan mengabaikan sebagian orang yang mestinya mendapatkan kecerdasan, kesehatan produktivitas, kita tidak sampai dengan layanan kepada mereka dan sekali lagi data untuk mewujudkan kecerdasan itu,” katanya.

Pihaknya menghubungkan orang banyak di negeri ini dengan layanan yang ada dan tepat sasaran, misalnya bicara dalam misi besar output, bahwa sehat membuat cerdas dan produktif. “Nah ukurannya itu harus pintu masuknya itu adalah data, sehingga kita bisa mengukur tahun keberapa kita bisa bicara Papua sehat, Papua cerdas. Pokok produktif kalau kemudian hari kita tidak punya data, sesuatu yang kita bicarakan itu semua omong kosong saja,” tegasnya.

Dan hari ini (kemarin) apa yang dikomentari, pihaknya perkuat bahwa ikhtiar membangun arah jalan Papua Tengah ditentukan oleh ketersediaan data yang akurat valid dan terukur akan terintegrasi.(rob/hum pemprov)