NABIRE – Pembangunan tahap I Bandara Baru Nabire di Karadiri, telah selesai masa kontraknya terhitung sejak akhir tahun 2021. Hingga kini telah mencapai sekitar 84% pembangunan menuju penyempurnaan (penyelesaian, red). Untuk penyelesaian pembangunan Bandara ini, menurut rencana akan dilakukan pada tahun 2022 ini juga. Hingga kini masih menunggu kepastian alokasi anggaran yang disiapkan untuk menyelesaikan pembangunan Bandara Baru Nabire sesuai master plan yang ada.

Ditemui beberapa hari lalu di lokasi pembangunan Bandara Baru Nabire, Kepala UPBU Bandara Douw Aturure Nabire, M. Nafiek, kepada Papuapos Nabire mengatakan, pembangunan Bandara Baru Nabire tahap I ini sudah selesai kontrak pada akhir 2021. Di tahun 2022 ini akan ada alokasi anggaran untuk penyelesaian akhir sampai dengan penyempurnaan.

“Hanya saja belum bisa kita eksekusi karena ada rencana optimalisasi atau penghematan. Kami masih menunggu berapa yang sudah dialokasikan yang bisa kita gunakan. Nanti kita harus membuat kontrak baru, ini kan tidak bisa melakukan kontrak jika anggarannya belum ada kepastian. Untuk menghindari resiko itu, kita menunggu,” jelasnya. 

Dirinya berharap proses sampai kontrak itu sudah bisa selesai di bulan Juni atau Juli 2022 mendatang. Kata dia, semakin cepat diputuskan akan semakin bagus.  

“Tidak mungkin juga kami menunggu terlalu lama, karena dalam bekerja nantinya juga membutuhkan waktu. Perhitungan kami itu jika Juni atau Juli itu sudah berkontrak, kami bisa selesaikan penyempurnaan sampai dengan 2022. Tetapi juga tergantung besaran anggarannya berapa yang disiapkan,” tuturnya. 

Disingguns soal kendaral yang dihadapi saat pembangunan, kata dia, lebih ke faktor cuaca. Namun terkait factor cuaca bisa disiasati dengan metode kerja dan peralatan. Artinya kita bisa mencapai target akhir sesuai dengan anggaran yang tersedia 100 persen di ahir tahun 2021. 

“Tapi belum sempurna jadinya, dan penyempurnaannya akan dilakukan di tahun 2022. Sampai saat ini kami optimis, kenapa kalau dulu di tengah Covid-19 pun kami masih bisa, apalagi sekarang sudah mulai dibuka krannya sehingga kita berharap tidak ada kendala yang signifikan,” ujar M. Nafiek.


Anggota DPR Papua Kunjungi Bandara


Sementara itu, salah satu anggota DPR Papua, Thomas Sondegau, ST, beberapa waktu lalu juga meninjau langsung di lokasi pembangunan Bandara Baru Nabire. Di lokasi pembangunan, Thomas mengatakan, dirinya di masa reses ini melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Bandara ini. Setelah melihat secara langsung, dirinya juga mengklarifikasi adanya informasi yang menyebutkan pembangunan bandara mangkrak.

“Ketika saya lihat buktinya, pembangunan sudah mencapai 84% pekerjaan selesai.  Sekarang tinggal tunggu waktu untuk anggaran berikutnya akan masuk untuk penyelesaian penyempurnaan bandara ini,” ujarnya. 

Dirinya berharap, berbagai pihak termasuk dirinya sebagai anggota DPR Papua untuk bersama-sama menddorong penyelesaian pembangunan bandara yang merupakan akses untuk bebeeapa kabupaten di wilayah Meepago. 

“Ketika nanti bandara ini sudah selesai 100 persen, yang perlu kita tindaklanjuti adalah soal jalan menuju ke bandara ini siapa yang nanti mengerjakan. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini saya bisa dorong anggaran supaya secepatnya pembangunan jalan ini bisa dikerjakan,” ujarnya. 

Terkait soal jalan akses menuju Bandara Baru Nabire, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Nabire, Martinus Makai, SH, mengatakan, program itu sudah diusulkan dan sudah dimasukan dalam program prioritas provinsi untuk tahun 2023. Kalau itu berhasil didorong ke pusat dan berhasil maka pengerjaannya akan dilakukan oleh provinsi. (ros)