Peluang Kerja Sektor Strategis di Nabire

NABIRE - Nabire kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Papua Tengah, yang memicu munculnya peluang kerja di berbagai sektor strategis. Hal ini menuntut kesiapan tenaga kerja lokal untuk dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri maupun jasa.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire, Marselinus Rae, S.Pd., menyampaikan pemerintah sangat mengharapkan agar orang asli Papua dapat diprioritaskan dalam penyerapan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi.
“Kita sangat mengharapkan bahwa tenaga kerja yang dipekerjakan di perusahaan-perusahaan ini untuk orang asli Papua,” ujar Marselinus saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/07/2026).
Namun, penyerapan tenaga kerja lokal saat ini masih menghadapi tantangan terkait kualifikasi dan keterampilan. Marselinus menegaskan, perusahaan membutuhkan calon pekerja yang memiliki keahlian khusus agar dapat diterima bekerja.
“Dengan kualifikasi bahwa, mereka harus punya keterampilan-keterampilan khusus yang diharapkan untuk diterima di perusahaan-perusahaan ke depan,” jelasnya.
Ia mengakui, hingga saat ini keterlibatan tenaga kerja asli Papua di perusahaan-perusahaan masih tergolong minim. Pemerintah daerah melalui Disnakertrans terus berupaya mempersiapkan tenaga kerja lokal, terutama orang asli Papua, melalui berbagai program pelatihan agar memiliki daya saing.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Disnakertrans mendorong adanya kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pihak swasta dalam proses rekrutmen.
“Sehingga kami sangat mengharapkan untuk perusahaan-perusahaan ini, dalam merekrut tenaga kerja diharapkan bisa membangun kerja sama dengan Disnaker, sehingga tenaga kerja yang selama beberapa tahun ini kami mempersiapkan mereka agar bisa dititipkan di perusahaan-perusahaan,” tutur Marselinus.
Terkait jenis keterampilan yang paling dibutuhkan oleh perusahaan di daerah, ia menyebutkan keahlian teknis sangat dicari. “Supaya, bisa menerima mereka yang punya keterampilan-keterampilan. Khususnya itu di bidang las dan keterampilan yang lain, yang selama ini sudah terlatih,” pungkasnya.
Harapannya, sinergi ini dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal secara signifikan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi di Nabire. Dengan memiliki keterampilan yang relevan, diharapkan tenaga kerja asli Papua mampu mengisi peluang kerja yang tersedia di sektor-sektor strategis tersebut. (sam)
Bagikan artikel ini



