NABIRE - Sabtu (6/8), telah diselenggarakan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKI) Jemaat PNIEL Nabire. Mengawali peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja ini dilakukan ibadah singkat dipimpin Pdt. Daniel Sukan, S.Th. Ketua Jemaat Gereja Pniel GPKI, Aris Uriway mengatakan, kehadiran gereja Pniel (GPKI) Kota Nabire ini diawali dari pelayanan di daerah pedalaman Kabupaten Manokwari dan Asmat dan daerah lainnya. Warga jemaat GPKI 80% itu orang Papua asli dan sebagian besar ada di kota ini. Sehingga diharapkan pembangunan gereja ini kedepan menghadirkan nilai-nilai keyakinan Allah seperti disampaikan didalam khotbah tadi.Salah satu ciri khas orang GPKI itu tidak tahu merokok itu ciri khas yang melekat dari jati diri mereka. Itu sangat mendukung pemerintah dalam program-program pembangunan kedepan. Dan hal yang lain lagi, GPKI hadir dalam dua wujud yakni kedalam dan keluar.Membangun kesatuan, persatuan umat juga tetapi wujud pembangunan mendukung pemerintah dalam program-progam pembangunan. Visi gereja ini adalah membangun dan memperluas kerajaan Allah sampai setiap orang mengenal siapa pengikut Yesus yang sebenarnya.Sedangkan misinya adalah menjangkau, bagaimana menolong orang dengan hubungan pribadi dengan Tuhan. Yang kedua membimbing dia bertumbuh dalam iman dan yang ketiga adalah melakukan misi penjangkauan untuk membawa temannya, sahabatnya lebih mengenal Kristus.Program-programnya, memang gereja ini ada 17 departemen baik departemen sosial, sekolah pendidikan umum. Gereja ini pusatnya di Kota Manokwari tapi mempunyai sekolah Thelogi satu di Jakarta dan satu di Manokwari.Dan saat ini kurang lebih ada 50 klasis di seluruh Indonesia dan ada 83.233 umat tergabung didalam 5004 gereja lokal. Termasuk jemaat Pniel Kota Nabire ini yang ke-5005 di seluruh Indonesia. (modes)