Pelatihan Literasi Digital 3 Distrik Dibuka Wabup Nabire
NABIRE - Pelatihan literasi digital bagi tiga distrik yakni, Distrik Nabire Barat, Teluk Kimi dan Distrik Napan, dibuka oleh Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin, Jumat (23/6/23) di Aula Dinas PUPR Nabire.

NABIRE - Pelatihan literasi digital bagi tiga distrik yakni, Distrik Nabire Barat, Teluk Kimi dan Distrik Napan, dibuka oleh Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin, Jumat (23/6/23) di Aula Dinas PUPR Nabire.
Pelatihan literasi digital diikuti 60 peserta terdiri dari aparat kampung, operator kampung, sekolah, kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh gereja, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.
Dalam sambutannya Wabup Ismail Djamaluddin, mengatakan, pelatihan literasi digital di Kabupaten Nabire sejalan dengan visi dan misinya di bidang komunikasi dan informatika. Dirinya memberikan apresiasi kepada Dinas Kominfo Kabupaten Nabire, karena pelatihan ini sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Nabire di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang sedang berjalan.
Kata Wabup Ismail, literasi digital sangat penting karena banyak berita hoaks bertebaran dimana-mana. Kata dia, masyarakat harus dan terus menerus diberikan pemahaman bagaimana menyikapi berita-berita hoaks ditengah kehidupan sosial yang beragam.
“Nabire adalah pusat pemerintah Provinsi Papua Tengah dan dihuni oleh berbagai suku dari Sabang sampai Merauke. Sehingga berpotensi menyebaran informasi-informasi tidak benar yang dapat memicu kerenggangan sosial dalam kehidupan sosila melalui media social. Sehingga melek digital bagi masyarakat kita terutama cara-cara untuk melawan berita hoaks serta cara-cara bijak untuk menggunakan internet harus terus dilakukan. Hal ini penting agar stabilitas keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Nabire selalu terjaga,” ujarnya.
Ketua panitia, Modestus Magai, dalam laporannya menyampaikan, peserta pelatihan berhak mendapat hasil atas jerih payahnya yakni mendapat ilmu pengetahuan di era globalisasi tehnologi komunikasi dan informasi yang semakin canggih serta sertifikat.
Dikatakan, peserta pelatihan ketika mendapatkan informasi melalui media sosial maupun media cetak, elektronik, dan media lainnyua agar tidak ditangapi serius. Namun telusuri terlebih dahulu kebenarannya, fakta, bukti yang jelas dulu lalu bisa diasmpaikan kepada sesame. Sehingga kita tidak salah menyampaikan informasi bohong, hoax dan penipuan sehingga kita jadi kena resiko.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd dalam arahan singkat menyampaikan, munculnya literasi digital pada saat ini disebabkan karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih. Dan menyediakan metode pembelajaran yang informasinya tidak hanya dalam bentuk tercetak namun sudah dalam bentuk digital.
“Pelatihan literasi ini kita lakukan karena ada kekacauan besar di dunia maya namun orang tidak menyadari itu. Kalau diikuti dalam beberpa bulan akhir ini, ada beberapa aplikasi tertentu yang orang sebarkan dalam bentuk PDF atau lainnya itu adalah mudos pencurian data dan itu adalah salah satunya. Kemudian hal lain juga banyak sekali, seperti pinjaman online kejahatan SMS tentang hadiah ataupun bonus-bonus yang notabene tidak ada hasilnya,” ujarnya.
Dikatakan, media social dirancang agar semua orang bisa lebih mudah mendapatkan informasi. Namun terkadang orang atau pengguna Medsos tidak menyadari bahwa semakin melihat semakin lupa dan semakin kecaanduan sehingga lupa waktu akan hal yang penting.
Kepala Diskominfo Nabire menghimbau agar banyak-banyak menyaring soal dunia maya yang sudah terlewat batas ini. Diharapkan para orang tua agar selalu memberikan batasan bermedsos kepada penerus bangsa yaitu anak muda kita.
Lanjutnya, ada banyak ruang belajar di dunia digital ini harus dimanfaatkan. Tetapi ruang ini sedikit sekali digunakan untuk anak-anak di era digital sekarang, justru lebih cenderung dengan hal yang tidak mendidik. (modes/feb)
Bagikan artikel ini



