Pelatihan Las Disnakertrans Berakhir, Cetak 85 Pengusaha Las OAP

NABIRE - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire secara resmi menutup kegiatan pelatihan las berbasis kompetensi. Pelatihan ini diikuti 85 Orang Asli Papua (OAP) dan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan penutupan yang digelar di ruang SMK Negeri 2 Nabire, Senin (15/9/2025) ini, dihadiri peserta pelatihan, jajaran Disnakertrans serta perwakilan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Nabire, Marselinus Rae, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bekal berharga untuk masa depan.
"Bantuan berupa alat kerja sudah kami sediakan, meskipun mungkin ada yang kurang, tapi inilah bentuk kepedulian dari pemerintah daerah," ujar Marselinus Rae.
Ia juga berpesan agar para peserta tidak hanya berhenti belajar setelah pelatihan selesai. "Harapan kami, jangan menguasai pengetahuan dengan sebatas ini. Mari belajar terus, karena tidak ada batas jika kita ingin menjadi orang yang sukses," tambahnya.
Marselinus Rae berharap 85 peserta pelatihan ini dapat menjadi pengusaha las yang andal dan menjadi contoh bagi masyarakat Papua lainnya. "Jadikan pengetahuan ini bukan hanya sebatas pelatihan. Tenaga kerja akan berusaha memantau secara berkala, dalam 3 hingga 6 bulan ke depan, untuk melihat sejauh mana hasil yang kalian dapatkan," jelasnya.
Dalam kesempatan sama, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., mewakili Bupati Mesak Magai, S.Sos., M.Si., secara simbolis menutup kegiatan ini.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Nabire dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi putra-putri Papua. "Pelatihan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan keterampilan," kata Yulianus.
Menurutnya, pelatihan las berbasis kompetensi ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung. "Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam meningkatkan taraf hidup serta membuka peluang kerja dan usaha," tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada instruktur dan panitia yang telah membimbing peserta dengan penuh dedikasi.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja sekaligus Ketua Panitia, Tience Pigome, S.Sos., menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah dan semua narasumber yang telah bekerja maksimal demi kelancaran pelatihan.

"Saya percaya, peserta sudah mendapatkan ilmu praktis yang menjadi dasar bekal ketika kembali ke keluarga dan masyarakat," ungkapnya.
Tience Pigome berpesan kepada para peserta agar terus mengasah dan mengembangkan keterampilan yang telah didapat. "Jangan mudah putus asa, jangan mudah menyerah. Belajarlah dari kegagalan karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda," pesannya.
Acara ditutup dengan penyerahan 85 paket peralatan kerja kepada setiap peserta. Selain itu, ada juga penyerahan 30 paket mesin jahit untuk peserta pelatihan menjahit. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan modal awal bagi para peserta untuk memulai usaha mereka.
Sebagai bukti nyata hasil pelatihan, dipamerkan sejumlah karya dari peserta, seperti tiga buah meja, dua kelompok rak sepatu dan dua kelompok rak bunga yang merupakan hasil kerja mereka selama satu minggu pelatihan. Produk-produk ini menunjukkan kualitas keterampilan yang telah dikuasai para peserta, yang siap untuk terjun ke dunia usaha.
Yanuarius Wakei, S.Pd, Gr., Kepala SMK Negeri 2, menyoroti keberlanjutan dua program yang sangat berdampak positif bagi sekolah dan masyarakat. Program ini, yang telah berjalan tiga kali bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan.

Yanuarius berharap agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Dalam akhir sambutannya, Yanuarius juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia dan semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan.
Ia juga memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dalam pidatonya. Kesuksesan program-program ini menunjukkan kolaborasi yang solid antara sekolah, pemerintah daerah dan masyarakat, demi menciptakan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan dan keterampilan.(sam)
Bagikan artikel ini



