NABIRE - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire mengadakan pelatihan las yang dirancang khusus untuk Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja dan membuka peluang kemandirian ekonomi bagi masyarakat lokal. Acara pembukaan berlangsung di Ruang Lab Las SMK Negeri 2 Nabire, Senin, (08/09/2025).

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pembangunan nasional, di mana tenaga kerja memiliki peran sentral sebagai pelaku dan tujuan pembangunan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas. "Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepada peserta agar mereka dapat mengembangkan kemampuan las," ujar Tience Pigome, S.Sos, Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja sekaligus Ketua Panitia, dalam laporannya.

Sebanyak 85 peserta OAP mengikuti pelatihan ini. Seluruhnya dibiayai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus). 

Marselianus Rae, S.Pd, Kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire, menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta. Ia mengajak mereka untuk mengusung moto, "Mereka bisa, mengapa saya tidak bisa? Kalau bukan sekarang, kapan lagi," ujarnya.

Marselianus menekankan, pelatihan ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Apakah kita mau menjadi penonton terus atau kita mau menjadi pemain atau pelaku usaha," katanya. 

Pihaknya ingin masyarakat OAP, khususnya peserta pelatihan ini, bersungguh-sungguh agar setelah kegiatan selesai, mereka bisa membawa pulang segudang pengetahuan dan memanfaatkannya untuk kebutuhan diri sendiri atau keluarga.

Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, yang diwakili Staf Ahli Bidang Administrasi Umum, Syarifudin, SP, secara resmi membuka acara. Ia menyebutkan bahwa pelatihan ini adalah kebijakan strategis pemerintah untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat Papua. 

"Pelatihan yang kita selenggarakan hari ini menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia," ujar Syarifudin.

Pemerintah Kabupaten Nabire berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kapasitas masyarakat, terutama generasi muda dan para pemimpin adat. "Kami ingin Otsus benar-benar memberikan manfaat besar di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, perekonomian dan penguatan budaya lokal," tambahnya. Ia berpesan kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, serius, dan bertanggung jawab.

Syarifudin berharap ilmu yang diterima dapat diaplikasikan di tengah masyarakat sehingga program Otsus benar-benar hadir sebagai mitra pemerintah yang produktif. Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, ia secara resmi menyatakan kegiatan pelatihan Las Otsus tahun 2025 dibuka.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Nabire, Yanuarius Wakei, S.Pd, Gr, juga memberikan sambutan. Ia berterima kasih kepada Disnakertrans atas program yang luar biasa ini. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan bantuan yang diberikan. "Alat yang diberikan itu jangan dijual. Kita punya kebiasaan yang tidak baik, biasa dapat bantuan, lalu dijual," ujarnya dengan tegas.

Yanuarius menekankan, jika alat tersebut dijual, maka program pemerintah akan sia-sia dan pandangan bahwa Otsus gagal akan terus ada. "Hal itu yang saya lebih tekan pada saat ini. Jika Otsus gagal, itu berarti kita yang gagal," tegasnya.

Acara pembukaan diakhiri dengan pemasangan papan nama secara simbolis kepada perwakilan peserta. Seluruh rangkaian kegiatan diwarnai dengan semangat kebersamaan dan optimisme, ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Tanah Papua, secara bersama-sama serta sesi foto bersama.(sam)