DOGIYAI – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) wilayah Nabire menyampaikan aspirasi terkait pembangunan asrama di Kabupaten Nabire.

Penyampaian aspirasi dilakukan Senin (5/10) siang di Kantor DPRD Dogiyai.

Penyampaian aspirasi dikordinir Martinus Dumupa dan Ketua IPMADO Wilayah Nabire, Agustinus Pigai.

Penyampaian aspirasi diikuti kurang lebih 200 massa yang tergabung dalam IPMADO Wilayah Nabire dan pelajar di Kabupaten Dogiyai.

Pantauan di lapangan pada pukul 09.00 WIT, massa yang tergabung dalam IPMADO Wilayah Nabire berkumpul di depan pasar baru dengan membentangkan spanduk.

Masing-masing bertuliskan, aksi demo pelajar mahasiswa se kota studi Nabire menyangkut dengan harus membangun asrama atau kontrakan di kota studi Nabire dan sekaligus penolakan pemekaran Kabupaten Mapia Raya, distrik baru dan desa baru di kota Kabupaten Dogiyai.

Pemerintah Kabupaten Dogiyai segera bangun asrama Dogiyai se kota studi Nabire.

Pemerintah Dogiyai mohon fasilitasi asrama putra/putri kota study Nabire IPMADO.

Pemerintah Dogiyai harus fasilitasi asrama atau kontrakan Dogiyai di kota study Nabire IPMADO kota study Nabire bukan anak tiri dari Kabupaten Dogiyai.

#hidup ipmado #sayang generasi.

Pemerintah Kabupaten Dogiyai dimohon perhatikan tempat tinggal generasi masa depan Dogiyai. 

Satu menghilang seribu tumbuh maka kami yang datang adalah pengganti bapak-bapak jadi dari pemerintah harus perhatikan kami.

Sekitar pada pukul 09.15 WIT, massa yang tergabung dalam IPMADO Wilayah Nabire berjalan kaki bergerak menuju Kantor DPRD Dogiyai.

Pukul 10.00 WIT massa yang tergabung dalam IPMADO Wilayah Nabire tiba di Kantor Bupati Dogiyai dan melakukan orasi sekaligus mengumpulkan massa.

Pukul 10.15 WIT massa yang tergabung dalam IPMADO Wilayah Nabire meninggalkan Kantor Bupati menuju Kantor DPRD Dogiyai Pada pukul 11.00 WIT, massa tiba di Kantor DPRD Dogiyai yang disambut oleh Ketua DPRD Dogiyai, Elias Anou, anggota DPRD Komisi B, Mikael Kayame, anggota DPRD Dogiyai, Bernadus Iyai, dan anggota DPRD Dogiyai, Vitalis Kegiye.

Perwakilan IPMADO Wilayah Nabire, Alfret Madai, mengatakan, menyangkut kontrakan pihaknya mmeminta Pemerinta Kabupaten Dogiyai yang diwakili DPRD Dogiyai akan memberikan waktu dari tanggal 5 November sampai dengan tanggal 5 Januari 2021 untuk disediakannya asrama ataupun kontrakan bagi IPMADO Wilayah Nabire. 

Apabila tidak terpenuhi maka IPMADO Wilayah Nabire akan melakukan memobilisasi massa.

Selain itu, Pemda Dogiyai juga diharapkan segera mungkin mencairkan dana pemondokan bagi mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam IPMADO Wilayah Nabire. 

Dan soal pemekaran Mapia Raya, pihakya menolak tentang adanya pemekaran tersebut.

Perwakilan IPMADO Wilayah Nabire, Yuanita Madai, meminta sesegera mungkin adanya kontrakan di Nabire bagi mahasiswa bidang studi di Nabire.

Hal senada juga disampaikan Kordinator IPMADO Wilayah Nabire, Martinus Dumupa.

Katanya, mahasiswa untuk membiayai sekolah maupun perkulihan habis hanya untuk membayar uang sewa rumah.

IPMADO Wilaya Nabire meminta segera adakan kontrakan agar bisa jadi penerus anak-anak bangsa di Kabupaten Dogiyai, bukan jadi anak terlantar. 

Sementara itu penyampaian tokoh pemuda Dogiyai, Melianus Magai, mengapa hanya kota studi di luar Papua memiliki kontrakan maupun asrama namun kenapa mahasiswa kota studi Nabire tidak memiliki kontrakan ataupun asrama.

Pihaknya menuntut agar mahasiswa penerus bangsa dipelihara dan dipedulikan sebagai pengganti bapak-bapak yang akan membangun Dogiyai.

Tanggapan Ketua DPRD Dogiyai Elias Anou, untuk asrama permananen hasil koordinasi dengan Bupati Dogiyai, pemerintah berjanji bahwa pada tahun 2021 dana tersebut akan dianggarkan.

Lanjutnya, pemekaran Mapia Raya sampai saat ini lembaga DPRD belum ada rekomendasi tentang pengurusan pemekaran.

Anggota DPRD Dogiyai Komisi B, Mikael Kayame, menuturkan, aspirasi terkait point-point tersebut akan berkordinasi dengan badan eksekutif dalam pemerintahan.

Ditegaskan, pada tahun 2021 akan memperjuangkan asrama bagi mahasiswa di Nabire.

Dalam giat penyampaian aspirasi tersebut IPMADO membuat surat pernyataan yang dimuat dalam kertas baliho yang akan ditandatangani oleh Ketua dan anggota DPRD Dogiyai yang akan ditempelkan materai.

Adapun isi tuntutannya, pertama, Pemerintah Kabupaten Dogiyai harus bangun asrama putra dan putri atau kontrakan putra dan putri se kota studi Nabire.

Kedua, Pemerintah Kabupaten Dogiyai harus transparan dana pendidikan seluruh Indonesia. (ros)