NABIRE - Siswa-siswi (pelajar) kelas sebelas (XI) A2 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Nabire belajar menjadi Jurnalis di Kantor Redaksi Papuapos Nabire, pada Kamis (3/10/24) jam 08.00 hingga 10.00 WIT.

Sebanyak 31 siswa/i kelas XI A2 SMAN 1 Nabire tampak antusias mengikuti pelatihan menjadi jurnalis dengan pemateri langsung Pemimpin Redaksi (Pemred) Papuapos Nabire, Suroso, SE dan guru pembimbing dari sekolah, Suwarsi, S.Pd.,M.Pd.

Pemred Papuapos Nabire Suroso memberikan beberapa materi kepada siswa/i dari kelas XI A2 dalam membuat sebuah berita, yaitu mulai dari teknik cara mencari berita, cara mencari data yang valid atau mendekati kebenaran, cara menulis berita, hingga cara membuat kerangka berita supaya bisa menarik lebih banyak pembaca baik berita dalam bentuk cetak koran ataupun berita online.

"Jadi dalam membuat kerangka berita kita harus menggunakan sistem piramida terbalik, bentuk piramida yang mengerucut kecil ke atas, dalam membuat berita kita balik jadi yang mengerucut itu di bawah, kenapa piramida terbalik?, kita usahakan hal yang paling menarik atau hal yang paling inti dalam berita kita taruh di paragraf pertama, jadi urutan dalam membuat sebuah berita paragraf paling atas atau biasa disebut teras berita (Lead) itu kita isi dengan inti dari berita akan kita buat," ujarnya.

Guru Pembimbing SMAN 1 Nabire, Suwarsi, S.Pd.,M.Pd mengatakan kegiatan tersebut guna untuk mengajarkan kepada siswa/i agar tidak cepat terpengaruh berita hoaks.

"Di jaman era modern saat ini murid-murid saya harus pandai di bidang jurnalis atau setidaknya paham apa itu jurnalis, untuk bekal diri hidup di zaman yang serba digital, paham apa saja yang dikerjakan oleh jurnalis, dan bisa membedakan antara media online dengan media sosial," ucapnya

Suwarsi tak lupa mengimbau murid-muridnya agar dalam mendapatkan informasi tidak boleh langsung ditelan mentah-mentah melainkan harus mencari kebenaran atau fakta informasi tersebut terlebih dahulu.

"Ilmu jurnalistik itu sangat penting, dengan kita memahami ilmu jurnalistik kita bisa membentengi diri kita dari berita-berita hoaks," tambahnya.

Diakhir kegiatan, guru pembimbing dari SMAN 1 Nabire Suwarsi, mengucapkan banyak terimakasih kepada Media Papuapos Nabire yang telah menerimanya selama tiga hari berturut-turut untuk memberikan pelatihan jurnalis kepada murid-muridnya.

"Saya ucapakan banyak terimakasih untuk Papuapos Nabire, apabila dalam tiga hari ini ada tingkah laku dari putra-putri kami baik dari segi pertanyaan yang disampaikan atau yang lainnya yang kurang berkenan mohon dimaafkan, kami mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, mudah-mudahan dari tiga hari kegiatan ini nanti ada sisi positif untuk kedepannya, saya melihat mungkin kedepannya perlu saya sampaikan untuk diadakan ekstrakurikuler jurnalis di sekolah," tandasnya.

Pemred Papuapos Nabire secara pribadi mengharapkan kepada adik-adik pelajar yang punya ketertarikan untuk belajar menjadi jurnalis secara mendalam, gerbang Kantor Papuapos Nabire terbuka lebar.

"Adik-adik bisa datang untuk belajar, berdiskusi, atau berkomunikasi terkait dengan dunia jurnalistik, mudah-mudahan jurnalis inikan salah satu profesi dari banyak profesi. Siapa tau ternyata dari adik-adik ini mempunyai talenta jurnalis. Kemarin saya sudah bicara ke ibu guru, kalau memang ada waktu kenapa tidak, kita buat kegiatan ini secara rutin. Menulis itu bukan hanya tugasnya seorang jurnalis, karena setelah lulus SMA terus kuliah di sana akan dihadapkan dengan tugas menulis entah itu membuat makalah atau skripsi. Artinya belajar menulis tidak ada salahnya walaupun bukan cita-cita adik-adik untuk menjadi seorang penulis atau jurnalis," tandasnya.(pal)