PDAM Nabire Bergerak Cepat Tangani Kebocoran Pipa di Jalan Merdeka

NABIRE - Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Kabupaten Nabire bergerak cepat dalam merespons dan menangani masalah kebocoran pipa yang terjadi di kawasan Jalan Merdeka. Langkah taktis ini segera diambil oleh pihak manajemen guna memastikan pasokan dan layanan air bersih bagi masyarakat pelanggan di wilayah tersebut tetap terjaga dengan baik.
Perumda Kabupaten Nabire, Jhon Nexon Monim, menjelaskan bahwa kebocoran tersebut terjadi di beberapa lokasi akibat adanya peningkatan debit air yang cukup signifikan dari penampungan Kali Nabire. Arus air yang mengalir jauh lebih deras dari biasanya memicu tekanan tinggi, sehingga titik-titik lemah pada pipa yang sebelumnya tidak terlihat kini mulai terdeteksi ke permukaan.
Selama proses perbaikan berlangsung, aliran air ke pelanggan di wilayah Karang Mulia memang sempat mengalami gangguan. Namun, tim teknis bekerja keras dari pagi hingga sore hari sehingga perbaikan dapat diselesaikan dan air langsung dialirkan kembali,” ujar Jhon Nexon Monim saat ditemui di lokasi perbaikan, Jalan Merdeka, Rabu (03/06/2026).

menuturkan, pada tahun 2025 lalu, dirinya bersama tim teknis telah menghabiskan waktu selama 50 hari di Air Terjun Kali Nabire untuk merenovasi jalur pipa dan bangunan penangkap air. Elevasi pipa yang sebelumnya dinilai terlalu tinggi akhirnya berhasil diturunkan, serta struktur bangunan penangkap air diperbaiki total agar aliran air ke kota menjadi lebih optimal.
positif dari proyek besar tersebut kini mulai terasa, di mana debit air yang masuk ke dalam sistem pipa utama menjadi jauh lebih deras dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Aliran yang dulunya lemah kini meningkat drastis, yang pada sisi lain ikut menguji ketahanan pipa hingga memunculkan rembesan dan kebocoran di titik-titik sambungan lama.
dinamika lapangan inilah yang mendorong jajaran PDAM Nabire untuk bekerja lebih intensif dan sigap di lapangan. Pihak manajemen berkomitmen untuk terus mempercepat proses perbaikan kebocoran di berbagai titik rawan lainnya di seluruh wilayah Nabire demi meminimalisir potensi kehilangan air (water losses).

sela-sela peninjauan, Jhon juga memberikan imbauan mendalam kepada seluruh elemen masyarakat agar mulai menggunakan air secara lebih bijak dan hemat. Menurutnya, meskipun air adalah karunia cuma-cuma dari Tuhan, proses menghadirkannya langsung ke rumah warga membutuhkan kerja keras, perawatan berkala, serta biaya operasional yang tidak sedikit.
Airnya sendiri tidak kami perjualbelikan, tetapi proses penyaluran dan distribusinya membutuhkan biaya operasional yang nyata. Oleh karena itu, gunakanlah air sesuai kebutuhan dan jangan biarkan keran terbuka terus-menerus, sebab hal itu justru akan memicu udara masuk ke dalam sistem gravitasi pipa,” tambahnya tegas.
penutup, ia mengajak seluruh warga Nabire untuk aktif menjaga kelestarian hutan di daerah aliran sungai (DAS), terutama di sekitar sumber air utama Kali Nabire yang berfungsi sebagai spons penyimpan air alami. Dirinya mengingatkan bahwa jika hutan di hulu rusak, ancaman kekeringan di masa depan tidak akan bisa dihindari, sehingga kolaborasi masyarakat menjaga lingkungan sangatlah krusial.(amd)
Bagikan artikel ini



