NABIRE – Kondisi jalan dan jembatan ke Yaro Dua (2), Distrik Kibisai Yaro cukup payah.

Tujuh jembatan yang diantara jalan dari Yaro 1 ke Yaro 2, ibukota Distrik Yaro, hanya ditutup dengan kayu olahan, kecuali satu jembatan beton dekat Yaro 1.

Akibat dari kondisi jalan dan jembatan yang parah, perjalanan yang seharusnya tidak lebih dari 10 menit, bisa lebih lama.

Apalagi dengan kendaraan roda dua. Menurut beberapa warga Yaro II yang ditemui secara terpisah, Sabtu (20/3) dan Minggu (21/3), rusaknya jembatan antara Yaro I dan II ini bukan baru.

Sudah bertahun-tahun kondisi jembatannya demikian. Demikian juga halnya dengan badan jalan.

Sekalipun sudah diaspal, kini dalam keadaan rusak, banyak lobang di badan jalan dan ruas-ruas tertentu, pinggir badan jalan sudah terkikis air sehingga jalan terkesan banyak pengendara melewatinya di pinggir aspal.

Beberapa warga yang tak sudi menyebut namanya mengeluh, warga Yaro II dan Kampung Yaro terkesan diabaikan oleh pemerintah, sekalipun warga setempat mempercayakan figur calon Bupati Nabire periode lalu memberikan suara mayoritas, tetapi selama itu pula kebutuhan sarana jalan dan jembatan diabaikan pemerintahan lalu.

Menurut warga, pernah ada kejadian, dua jembatan putus akibat banjir dua tahun silam, namun hingga saat ini, terkesan dilupakan dan dibiarkan begitu saja sehingga jembatan yang putus itupun warga menutup kembali dengan kayu.

Warga mengungkap, kondisi jalan dan jembatan yang menghubungkan Kampung Wanggar Pantai dan Yaro II ini sudah pernah disampaikan kepada pemerintah tetapi terkesan, dengar telinga sebelah keluar telingan sebelah.

Wargapun mengeluh, keluh kesah masyarakat petani di kampung tidak didengar oleh pemerintah di tingkat penentu kebijakan program dan dana pembangunan di daerah ini.

Menurut pantauan media ini, tiga dari tujuh jembatan diantara Kampung Yaro 1 dan 2, sudah tidak nampak jembatan dan masyarakat melintasi di jalan dengan mengandalkan jembatan kayu dengan permukaan tanah.

Sementara tiga jembatan lain, masyarakat Yaro mensiasatinya dengan kayu. Sedangkan jembatan beton di dekat Kampung Yaro 1, ujung aspal jalan hingga ujung jembatan belum diaspal hanya dengan batu kali sehingga terkesan banyak batu lepas.

Oleh sebab itu, dengan nada merendah, beberapa warga menuturkan, petani, masyarakat kecil tidak mampu bersuara, mudah-mudahan bapak-bapak di pemerintah ada hati untuk rakyat kecil di kampung.(ans)