NABIRE – Pasca kejadian penembakan warga sipil yang memicu pembakaran sejumlah rumah penduduk dan fasilitas umum di Dogiyai, beberapa waktu lalu, masyarakat Dogiyai meminta pemerintah eksekutif untuk memberikan dana usaha kepada masyarakat melalui usha kelompok di beberapa distrik. Masyarakat meminta pemerintah menjawab permintaan tersebut dalam tempo 60 hari sejak penyampainnya kepada pemerintah.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai Yusak Ernest Tebai di Nabire Rabu (26/7) usai tiba dari Moanemani, mengatakan usai kejadian penembakan warga dan pembakaran di Dogiyai, masyarakat meminta kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk memberikan dana usaha masyarakat melalui empat usaha kelompk. Masyarakat mengusulkan 4 krlompok usaha di Distrik Kamu Timur dan Kamu Utara. Masyarakat memberikan batas waktu realisasi permintaan kepada pemerintah selama 60 hari sejak kejadian tersebut.

Tak hanya dua distrik tetapi masih susul lagi permintaan masyarakat dari Distrik Kamu Selatan dan Kamu yang meminta pemerintah untuk memberikan dana kepada 4 kelompok usaha di masing-masing distrik. Dengan jumlah permintaan tersebut, hanya masyarakat dari Distrik Dogoyai di wilayah lembah Kamu yang tidak meminta bentuan pemerintah melalui usaha kelompok.

Tebay mengatakan anggota dewan sementara ini bingung karena sepertinya pemerintah eksekutif tenang-tenang saja atas permintaan warga. Batas waktu yang dijanjikan masyarakat, selama 60 hari kini sepekan lebih sudah berlalu dari batas waktu yang dideadline masyarakat.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Dogiyai ini menambahkan pemerintah eksekutif tenang-tenang, bisa makan istirhat tenang tetapi yang tidak itu anggota dewan karena rakyat yang mengalami musibah tersebut adalah rakyat yang merupakan bagian dari lembaga legislatif.

Menyinggung permintaan masyarakat dari 4 distrik dengan empat kelompok usaha, anggota DPRD Dogiyai, jika eksekutif menjawab permintaan hanya kepada empat distrik, pemerintah eksekutif tidak adil. Oleh sebab itu, demi pemerataan, pemerintah memberikan modal usaha melalui kelompok usaha petani di satu distrik di wilayah Lembah Kamu yakni Distrik Dogiyai dan 5 distrik di kawasan dataran Mapia (Distrik Mapia, Mapia Tengah, Mapia barat, Piyaiye dan Sukikai Selatan). Tidak adil hanya diberikan kepada empat distrik di lembah Kamu, sementara distrik lainnya tidak. Oleh sebab itu, bantuan pemerintah kepada usaha kelompok diberikan juga kepada masyarakat di distrik lainnya. (ans)