Pasar Sayang Mama Papua Tak Difungsikan, Pemerintah Memikirkan Sol
NABIRE - Terhitung sudah satu tahun lebih Pasar Sayang Mama-mama Papua yang terleak dibekas kantor DPRD atau samping Terminal Oyehe Nabire tidak difungsikan, sehingga Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Perdagangan sedang berpikir solusinya, karena Pasar Sayang Mama-mama Papua dibangun dengan menggunakan dana atau biaya miliaran rupiah.

NABIRE - Terhitung sudah satu tahun lebih Pasar Sayang Mama-mama Papua yang terleak dibekas kantor DPRD atau samping Terminal Oyehe Nabire tidak difungsikan, sehingga Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Perdagangan sedang berpikir solusinya, karena Pasar Sayang Mama-mama Papua dibangun dengan menggunakan dana atau biaya miliaran rupiah.
Untuk itu solusi pertama yang akan diambil adalah pada bagian depan akan diberikan kepada Mama-mama penjual bumbu, sedangkan bagian belakang untuk para penjual ikan, sehingga bagi para pembeli ikan tidak lagi harus mencari bumbu jauhjauh, tetapi semuanya sudah tersedia di tempat yang sama.
Sementara solusi yang kedua adalah, semua meja dan tempat duduk yang ada di Pasar Sayang Mama Papua akan dibongkar dan diratakan, sehingga semua pembeli berjualan di atas lantai tehel yang ada, dengan demikian dari dua solusi ini dipastikan Mama-mama Papua akan kembali menggunakan pasar yang telah dibangun untuk berjualan.
Dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire, Yermias Anouw, kepada Papuapos Nabire, Rabu (13/11/24), di ruang kerjanya, pasar sudah jadi dan dibangun dengan biaya miliaran rupiah, tetapi tidak difungsikan, sehingga untuk saat ini pemerintah daerah berpikir solusi apa yang tepat dan terbaik.
Dan untuk solusi pembongkaran meja dan tempat duduk, sesungguhnya akan ditawarkan kembali kepada Mama-mama Papua. "Kalau dibongkar maka harus ada kesepakatan pernyataan secara tertulis antara mama-mama dan pemerintah daerah, sehingga ke depan ada temuan dari BPK maupun KPK kita bisa tunjukan bukti kesepakatan tersebut," terangnya.
Sementara disinggung soal kejadian atau keributan yang terjadi pada Sabtu akhir pekan lalu antara Mamamama Papua sesungguhnya kehadiran mama non-OAP yang berjualan di lokasi Pasar Sayang Mama Papua, sesungguhnya atas permintaan Mama-mama OAP yang meminta agar mereka berjualan sama-sama.
Apabila mamamama non-OAP berjualan di pasar mama-mama yang diijinkan oleh pihak pemerintah daerah. "Itu hal yang salah dan pemerintah daerah telah melanggar UndangUndang Otonomi Khusus (UU Otsus), dengan demikian melalui dana Otsus kedepan kita akan membangun Pasar Sayang Mama Papua lebih baik lagi," tambahnya.
Untuk itu, lewat program tahun 2025 mendatang akan dibangun konopi di sepanjang pasar dan juga pembangunan los atau kios lanjutan yang sisa, karena untuk saat ini ada kios yang sedang dibangun dan juga akan dibangun drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air di saat hujan deras di seputar lokasi Pasar Sayang Mama Papua ini.(des)
Bagikan artikel ini


