Pasar Sayang Mama Papua, Sayang Belum Bisa Dimanfaatkan Baik
NABIRE - Pasar Sayang Mama Papua yang sudah enam bulan lebih diresmikan oleh Bupati Nabire dan tiga bulan yang lalu sudah diadakan doa syukuran secara adat, atas dasar permintaan Mama-mama Papua, tetapi sayang, pasar tersebut masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

NABIRE - Pasar Sayang Mama Papua yang sudah enam bulan lebih diresmikan oleh Bupati Nabire dan tiga bulan yang lalu sudah diadakan doa syukuran secara adat, atas dasar permintaan Mama-mama Papua, tetapi sayang, pasar tersebut masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik.
Pasar yang diperuntukkan untuk Mama-mama Papua tersebut hanya bagian halaman yang sudah ada jual beli, akan tetapi bagian dalam pasar masih belum ditempati. Pemda sudah berusaha keras untuk memindahkan Mama-mama Papua dari wilayah terminal ke halaman pasar tersebut.
Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Bidang Usaha Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire, Yullius Wopairi, S. Sos, ketika ditemui Wartawan Papuapos di ruang kerjanya, Senin (14/10/2024) siang.
Dirinya menyampaikan, dalam proses memindahkan barang jualan milik Mama-mama Papua sempat ada penolakan dari Mama-mama Papua yang tidak mau pindah ke pasar tersebut, karena Mama-mama menginginkan berjualan bareng dengan Mama-mama non-Papua.
Ia pun mengatakan, beberapa waktu yang lalu ketika mencoba memindahkan barang jualan Mama-mama Papua dari halaman pasar ke dalam pasar, cuma satu hari saja Mama-mama Papua bisa bertahan berjualan di dalam pasar, untuk besok paginya dan sampai saat ini mama-mama masih milih berjualan di halaman pasar.
Yullius juga menyampaikan, apa yang menyebabkan mama-mama lebih memilih berjualan di bawah dari pada berjualan diatas, menurut mama-mama kalau berjualan di bawah lebih nyaman dan orang-orang yang mau belanja ketika masuk langsung melihat barang jualannya.

Untuk kedepanya, lanjut Yullius, Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Satpol PP Nabire berencana akan mencoba memindahkan Mama-mama Papua yang berjualan pasar sore, yang tidak punya tempat pasti di pasar tersebut, agar bisa menempati bagian dalam Pasar Sayang Mama Papua. Terutama untuk penjual sayuran, ikan kering, sagu, kue sagu dan asesoris asli Papua.
Harapan Yullius, kepada masyarakat agar bisa membantu Pemda Nabire untuk menjaga Pasar Sayang Mama Papua dengan baik dan kepada Mama-mama Papua diharapkan segera mungkin untuk menempati bagian dalam pasar, agar pasar tersebut bisa menjadi tempat jual beli yang sehat.(amd)
Bagikan artikel ini


