“Pasar Kaget” Menjamur, Pedagang Minta Pemda Penertiban
NABIRE- Sejumlah pedagang di Pasar Sentral Kalibobo, Senin (6/4), yang notabenenya adalah Mama-mama Papua yang kesehariannya menjual sayur d
Bagikan
NABIRE- Sejumlah pedagang di Pasar Sentral Kalibobo, Senin (6/4), yang notabenenya adalah Mama-mama Papua yang kesehariannya menjual sayur dan pinang meminta kepada pemerintah daerah untuk segera menertibkan pasar-pasar liar atau Pasar “Kaget” yang sudah menjamur di Kota Nabire. Menjamurnya pasar kaget di Nabire ini membuat omset penjualan para pedagang Pasar Sentral Kalibobo menjadi menurun. Belum lagi, kondisi jalan masuk di pasar tersebut yang kondisinya sangat memprihatinkan, dimana sepanjang jalan masuk pasar sudah tergenang dengan air hujan. Menurut para pedagang sayuran dan juga para pedagang lainnya, kondisi Pasar Sentral Kalibobo sudah semakin amburadul dan semeraut, karena sudah tidak tertata dengan baik. Hal ini yang membuat sejumlah konsumen enggan untuk berbelanja di Pasar Kalibobo karena kondisi jalan yang rusak dan menjamurnya pasar kaget. “Bagaimana kami punya sayur mau laku, orang-orang dorang su malas masuk Pasar Kalibobo karena jalan yang parah, baru juga tidak ada tempat parkir, belum lagi pasar-pasar kaget yang muncul takaruan dimana-mana. Kami minta pemerintah segera tertibkan pasar-pasar kaget itu, dan jalan masuk pasar ini harus segera diperbaiki sebelum puasa, supaya kami juga punya jualan ini laku. Kami bayar retribusi terus baru, coba kah pemerintah kamu liat kami mama-mama ini dorang kah,”ungkap, salah satu pedagang sayur di Pasar Sentral Kalibobo, yang merasa kesal dengan kondisi Pasar Sentral Kalibobo saat ini. Selaku pedagang Pasar Sentral Kalibobo meminta kepada pemerintah daerah melalui instansi teknis untuk memperhatikan sampah yang menumpuk di Pasar Sentral Kalibobo, karena kondisi sampah yang menumpuk di Pasar Kalibobo dapat membuat warga pasar, para pembeli dan para pedagang banyak yang mengalami gangguan kesehatan. Sementara itu, Ketua Kelompok IV Hearing DPRD Kabupaten Nabire, Neles Yawan, S.Sos mengatakan semua aspirasi, saran dan pendapat dari seluruh pedagang Pasar Sentral Kalibobo akan diteruskan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti. Dan semua aspirasi bukan hanya dari Pasar Kalibobo dari semua wilayah yang ada di Kabupaten Nabire, semua pokok permasalahan yang dihadapi masyarakat akan menjadi catatan bagi DPRD Kabupaten Nabire untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. “Kami DPRD bukan pengambil kebijakan, pemerintah yang menata, dan menentukan apa yang menjadi keinginan masyarakat. DPRD hanya sebatas menampung apa yang menjadi keluhan dari masyarakat, soal realisasinya itu kembali kepada pemerintah daerah, DPRD hanya menyampaikan dan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat,” pungkasnya. (cad)
Bagikan artikel ini



