NABIRE - Dalam Debat Pertama Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah tahun 2024, berlangsung beberapa waktu lalu di Mimika Provinsi Papua Tengah, dalam sesi tanya jawab antara Pasangan Calon (Paslon) kandidat, dimana Paslon nomor urut 2 Natalis Tabuni – Titus Natkime memberikan pertanyaan kepada Paslon nomor urut 3, Meki Nawipa – Deinas Geley (MEGE) tentang bagaimana caranya membuka sekolah yang berintegrasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang memadai di Papua Tengah, sehingga bisa menekan harga barang dan peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia.

Menanggapi pertanyaan tersebut, dengan tegas Paslon nomor urut 3 (MEGE) menjawab, dirinya (Meky Nawipa) dan Calon Gubernur Papua Tengah nomor urut 2 (Natalis Tabuni) pernah sama-sama menjadi bupati dan memimpin kabupaten di Papua Tengah, dimana sebelum menjadi bupati dirinya juga berprofesi sebagai Penerbang. Dan faktor integritas menjadi prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia di Papua Tengah.

“Saya sebelumnya penerbang datang ke Paniai, masyarakat percayakan, saya jalan kaki melihat seluruh sisi, dengan faktor keamanan membuat sekolah-sekolah di pinggiran itu tidak berjalan. Apa yang saya lakukan, saya membuat tujuh titik, PAUD, SD, SMP, dimana kita kontrak guru, kita masukkan guru di tujuh titik itu. Dimana, ada tiga ribu anak Paniai mendapatkan fasilitas yang cukup bagus selama saya menjadi bupati, setelah itu kita ambil di tengah, SD anak-anak yatim-piatu, kita kirim ke sekolah internasional di Jayapura, kita ambil SMP kita kontrak beberapa sekolah di beberapa titik di Indonesia, dan kita ambil yang sudah selesai SMA kita kirim keluar negeri, dan itu yang saya buat di Paniai lima tahun belakangan ini,” katanya.

“Sekarang bagaimana kita bisa buat, kalau bicara buat asrama, itu tidak akan bisa, yang bisa dibuat adalah sekolah sepanjang hari dan itu Paniai sudah terapkan tahun ini (2024). Tetapi harus diperkuat dari sisi guru, Paniai juga waktu saya masih jadi bupati, saya anggarkan tiga belas milyar dan kerjasama dengan UNIPA, dan hari ini ada empat puluh Guru Sekolah Minggu pergi sekolah dan dua tahun kemudian akan kembali menjadi sarjana pendidikan dan akan kembali menjadi guru, hari minggu menjadi Guru Sekolah Minggu, Senin sampai Sabtu menjadi Guru TK, SD, SMP, ini yang kami buat. Jadi di Paniai kita sudah buat seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Calon Gubernur Papua Tengah nomor urut 3, Meki Nawipa, faktor yang terpenting adalah soal integritas, bagaimana caranya membangun integritas, kita harus datang dai keluarga, kita harus datang dari sekolah paling bawah atau PAUD, kemudian SD Kelas I, II dan SD Kelas III, ini baru bisa merubah orang, diatas itu kita tidak bisa merubah orang.

Yang bisa merubah orang adalah Tuhan semata. Dan hal yang paling penting adalah waktu kita jadi gubernur (Meki Nawipa) sekolah ini bukan punya gubernur, tetapi yang punya adalah bupati, bagaimana kita menyiapkan guru kerjasama dengan bupati, waktu bupati membutuhkan kebutuhan dari kita, kita akan siapkan guru dan kirim ke sekolah-sekolah untuk hidupkan supaya orang Papua bisa menjadi Tuan di atas tanah ini, Papua.(cad)