JAYAPURA - Saat ini Pemerintah Provinsi Papua masih mendatangkan bibit benih ikan air tawar dari Jawa Barat, Jogjakarta dan Jawa Timur. Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Berap Papua, Carlos Matuan, S.St.Pi.MM, kepada pers di Jayapura, Sabtu (3/12) kemarin. Dia mengatakan, potensi perikanan ikan air tawar di Papua cukup besar, hanya saja masih terkendala dengan suplay benih ikannya. Bahkan, untuk Danau Sentani kita masih datangkan dari luar Papua. Menurut Carlos BBIS sebagai induk pembenihan benih ikan sudah mensuplay bibit ikan ke kabupaten/kota setiap tahun. Namun tidak didukung dengan sumber daya manusia, di kabupaten setempat, sehingga stok di kabupaten pun tidak tidak tersedia.Oleh karena itu, Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Berap Papua melaksanakan pelatihan pembenihan ikan air tawar yang diikuti oleh peserta dari kabupaten/kota se Provinsi Papua. Dengan pelatihan ini, kata Carlos, kedepan pemerintah kabupaten/kota maupun pembenihan unit rakyat serta stakeholder perikanan air tawar dapat menyediakan benih ikan yang cukup, sehingga tidak perlu didatangkan bibit ikan dari luar Papua. Diakuinya, stok pembenihan ikan air tawar yang kurang di Papua, selain dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia (SDM), skil yang dimiliki pun masih terbatas. Sehingga rasa perlu untuk kita melakukan pelatihan, agar pelaku perikanan ikan air tawar dapat dibina terus menerus, dengan mendatangkan narasumber dari Balai Benih Ikan Purwakarta, Jawa Barat dan Manodo, Sulawesi Utara. Lanjutnya, pelatihan yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 29 November hinga 3 Desember 2016, dilakukan secara teori dan praktek. “Jadi, pembukaan berlangsung di Sentani dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Papua. Sementara penutupan di Berap ditutup oleh saya sebagai Kepala Balai Benih Ikan Sentral Berap,” ujarnya. Disinggung ketersediaan bibit ikan di Balai Benih Ikan Sentral Berap, menurut Carlos, saat ini baru ada tiga jenis benih ikan yang bisa diproduksi seperti ikan nila, lele dan ikan mas. Jadi, tugas kami disini hanya menyiapkan calon induk, dan kolam kami ada 42 kolam ikan pembibitan dengan berbagai ukuran,” jelasnya. (bams)