NABIRE – Salah seorang pengusaha yang bergerak pada penjualan roti di Jalan Sisinga Mangaraja Kompleks Bandara Nabire, Adi Purnama Adis bersama istri, selamatkan sejumlah karyawan generasi melenial yang dirumahkan. Dirinya mengumpulkan karayawan-karyawan yang dirumahkan, walaupun tidak secara keseluruhan. Para karyawan yang dirumahkan ini, kata dia, semua harus bekerja walaupun sedikit mereka mendapat upah. Karena mereka juga manusia yang butuh makan minum setiap hari. Hadi Purnama adalah salah seorang yang bakat profesinya bisa menciptakan berbagai macam kue maupun jenis makanan yang enak sesuai dengan selera pembeli. “Saya dengan istri hanya modal seadanya saja, untuk membangun usaha ini demi membuka lapangan pekerjaan untuk karyawan-karyawati yang bakatnya mau bekerja di tempat usaha roti atau jual makanan,” ujarnya. Lanjut dia, dirinya bersama istri juga tetap menghormati pengusaha-pengusaha roti yang lain.  Bagaimanapun juga mereka menganggap pengusaha yang lama di Nabire adalah orang tuanya.  Papadi adalah usaha yang tetap menjaga toleransi untuk menerima siapa saja tanpa mengenal latar belakang baik dari suku mana saja asal dia punya kemauan untuk berkreasi. Katanya, ada karyawan perempuan orang Papua yang memiliki bakat untuk membuat roti dan kue-kue lainnya. Toko Roti Breakteake Tak Berhenti Berkreasi Sementara itu, pantuan media ini di Toko Roti Breakteake, berjalan tertib dan lancer. Karyawatinya juga memiliki bakat membuat masker cantik versi helem untuk melayani konsumen, juga karyawan laki-laki yang setia memproduksi kue, Rein bersama teman-temannya.  Tak ketinggalan ibu Fitra, Ayu, Anti, Siti, dan Cia.  Pimpinan Breaktake, Dwi bersama istrinya Fitri berhasil juga memimpin usaha Toko Roti Breaktek dan Toko Roti Mamida. Kuncinya hanya satu yaitu setia melayani dan menjaga kerukunan dengan karyawan. Hal ini yang membuat mereka berhasil. Mereka juga akrab dengan setiap konsumen, bukan sekedar dianggap konsumen tetapi danggap sebagai orang tua maupun saudara. (ist)