NABIRE - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA)  Kabupaten Nabire, Yufinia Mote, S.SiT dalam sambutannya pada Penutupan Pameran Pembangunan Perempuan Papua Tahun 2018, Kamis (9/8) yang dibacakan Sekretaris DPPPA Kabupaten Nabire, Tajuwid, S.Sos mengatakan, pameran pembangunan perempuan Papua dalam meningkatkan penjualan hasil produksi guna meningkatkan kualitas ekonomi keluarga merupakan kegiatan promosi hasil kegiatan perempuan Papua bercirikan kearifan lokal masing-masing daerah, sekaligus merupakan wahana silaturahmi dan bahan studi antar peserta guna peningkatkan kualitas hasil karya perempuan Papua, hingga mampu bersaing dengan produk ketrampilan dari wilayah lain. Dikatakan, telah banyak usaha yang dilakukan kepada keluarga Papua melalui OPD-OPD teknis, baik di bidang pertanian, industri ketrampilan dalam mengangkat kearifan lokal guna meningkatkan kualitas ekonomi keluarga. Usaha tersebut merupakan hal yang luar biasa yang perlu dilakukan secara berkelanjutan dan paripurna sampai di tingkat pemasaran hasil produksi. “Pameran kali ini diikuti oleh dua belas distrik, ditambah dua stand sanggar dan stand kelompok Mama-mama Noken dan satu stand batik ciri khas Nabire, komunitas kopi Nabire dan lainnya. Dengan harapan di waktu-waktu mendatang dengan dilakukan koordinasi dengan dinas terkait, agar dapat diikuti oleh jumlah peserta yang lebih banyak,” ungkapnya. Menurutnya, perempuan merupakan aset yang sangat besar bagi keluarga, daerah, bangsa dan negara yang harus dilindungi, diberdayakan dan memberikan hak yang sama antara level laki-laki dan perempuan. Baik, di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, jabatan publik dan jabatan politik. Sehingga, aset ini bisa memberikan kontribusi yang maksimal bagi keluarga, daerah, bangsa dan negara. (cad)