Palang UPP Uncen Nabire Telah Dibuka
NABIRE - Terhitung sejak tanggal 3 Mei 2021, mahasiswa dan mahasiswi Unit Pelaksana Program (UPP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1 Un
NABIRE - Terhitung sejak tanggal 3 Mei 2021, mahasiswa dan mahasiswi Unit Pelaksana Program (UPP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1 Universitas Cenderawasih (UNCEN) telah memalang Kantor UPP Nabire. Pemalang yang dilakukan sejumlah mahasiswa/i ini guna menanyakan lebih jelas soal data mereka ke pihak UPP PGSD-1 Uncen. Yang mana mereka merasa tidak terdaftar pada pangkalan data di pihak Uncen maupun di Kementerian Pendidikan Nasional.
Pada pertemuan para mahasiswa/i UPP PGSD Uncen, Selasa (25/5/21), diwakili coordinator mahasiswa/I, Agutinus Tatogo dan Semuel Tenouye mengatakan, pihaknya ingin pastikan semua data mahasiswa/i dapat terdaftar. Untuk itu pada awal pemalangan, pihaknya berkordinasi langsung dengan pihak UPP PGSD Uncen Nabire. Tetapi pihaknya kurang puas, akhirnya berangkat ke Jayapuran dan bertemu langsung dengan pihak Uncen Jayapura.
Dari hasil pertemuan bersama pihak Uncen Jayapura, sudah ada gambaran yang baik bagi para mahasiswa/i. Dan kini hanya terkendala soal jaringan dan kita tunggu sampai ada kepastian lagi dari pihak Uncen Jayapura.
Dengan demikian pada hari Selasa (25/5/21) para mahasiswa/i tahun akademik 2018/2019 secara resmi mengembalikan semua kunci ruangan dan palang bisa dibuka dan ada aktifitas kembali seperti biasanya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Sekolah KPG Plus SMA yang juga pengurus UPP PGSD S1 Uncen Nabire, Fransiscus Don Bonco Johanes, S.Pt, M.MPd mengatakan, kehadiran para mahasiswa/i ke Uncen Jayapura agar mendapatkan penjelasan yang lebih jelas.
Untuk itu dengan hadirnya para mahasiswa/i untuk mengembalikan kunci ruangan dan gerbang diharapkan semua permasalahan telah diselesaikan secara baik. Sehingga pada saat ini semua aktifitas dapat kembali berjalan seprti biasanya. Dan kepada para mahasiswa/i jangan lagi ragu-ragu, tetapi marilah kita memcari solusi bersama demi kemajuan lembaga pendidikan.
Dan selama adanya pemalangan pintu gerbang dan dilakukan penguncian semua ruangan perkantoran, para guru tetap melaksanakan tugas dan kegiatannya semua terpusat di halte. (des)
Bagikan artikel ini



