NABIRE - Komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire untuk memberhentikan penyebaran virus Covid-19 yang datangnya dari kabupaten tetangga sangat serius dilakukan melalui jaringan udara, laut dan melalui jalan darat. Maka belum lama ini Kepala Distrik Yaur bersama aparat TNI/Polri bersama masyarakat adat telah sepakat dan memasang palang dengan cara melakukan penebangan pohon besar di Lokasi Imbokeri atau KM 18 yang merupakan batas wilayah pemerintah antara Kabupaten Nabire dan Kabupaten Kaimana. Kegiatan pemasangan palang dengan cara penebangan pohon ini disertai dengan pemasangan pos jaga yang langsung dijaga oleh aparat TNI bersama masyarakat adat setempat, dengan harapan sudah tidak ada lagi masyarakat yang masuk dari kabupaten tetangga. Demikian dikatakan Kepala Distrik Yaur Petrus Sadi, S.Ip.,MAP kepada Papuapos Nabire dua hari lalu di kediamannya seraya menambahkan, di lokasi palang telah di tempat Babinsa yang berasal dari Koramil Distrik Yaur, dengan harapan tidak adalagi kendaraan dan manusia lain yang mau masuk ke Kabupaten Nabire. Setelah palang terpasang, selaku kepala distrik mendapatkan laporan bahwa ada 8 mobil dari kabupaten tetangga yang ingin masuk ke wilayah hukum Kabupaten Nabire, akan tetapi tidak diijinkan, sehingga orang–orang yang menyewa mobil ini sedang berusaha untuk masuk Nabire lewat jalur laut. Sehingga diharapkan kepada tim Covid-19 Kabupaten Nabire bersama aparat TNI dan Polri agar lebih ketat menjaga wilayat laut kita sepanjang Wanggar hingga Sanoba dan Samabusa, sebab kini banyak saudara kita yang ingin masuk ke Nabire melalui jalur laut dengan perahu motor, speedboat dan juga perahu jolor.(des)