NABIRE- Untuk menindak lanjuti keputusan Forkompinda Kabupaten Deiyai, Pemerintah Distrik Bouwobado blokir jalan tarans Timika Deiyai, tepatnya di km 7 kampung Mudetadi, Distrik Bouwobada Kabupaten Deiyai, Papua. Untuk diketehui, pemblokiran jalan langsung dipimpin oleh kepala distrik Bouwobado,Daniel Yatipai,S.Kep.Ners, Sekretaris Distrik, Primus S Wamuni dan  Legislator kabupaten Deiyai asal Bouwobado, Naftali Magai,S.Pd. Ketika wartawan menghubungi, Naftali Magai,S.Pd selaku legislator kabupaten Deiyai, pihaknya mengatakan, pemblokiran jalan tersebut untuk menghentikan kedatangan orang dari kabupaten Mimika Papua maupun bepergian orang dari Deiyai Dogiyai dan Paniai ke Timika. Dikatakan Naftali, masa darurat Covid-19 seperti ini  bisa saja di Meeuwo  terpapar Covid-19, apalagi Timika merupakan zona merah. Ini  bahaya,  sehingga blokir jalan adalah langka kongrit untuk palang Corona masuk ke Meeuwo. “Ya bisa saja membawa virus hingga ke tiga kabupaten yang ada di Meeuwo. Karena itu solusinya adalah blokir jalan untuk hentikan lalu lintas darat dari Timika,”tutur Naftali melalui messenger minggu (26/04/20). Naftali berharap, semua pihak harus  menyadari  hal ini, sebab dilakukan semata-mata untuk antisipasi penyebaran wabah virus corona. Sebab sementara ini Meeuwoo masih zona hijau. “Masyarakat suku Mee dan suku Moni yang di Timikia tetap stay at home dan jangan ada yang nekat untuk balik ke kampung halaman sebaliknya juga demikian, karena langka ini dilakukan  demi keselamatan kita semua,”pinta Natali. (eby)