Pagi Kelabu di SD Inklusi Matahari Akibat Oknum Pemabuk

NABIRE – Pagi hari di SD Inklusi Matahari seharusnya dipenuhi dengan tawa ceria anak-anak yang bersemangat menyambut pelajaran. Namun, pagi itu keceriaan itu direnggut paksa oleh kegaduhan yang datang dari tetangga.
Ketua Yayasan Peduli Difabel Nabire, Maria Yeti Saputri Kapitarauw, S.Sos.,MM,AWP, menyampaikan sudah menjadi rahasia umum bahwa rumah di samping sekolah telah lama menjadi sarang pemabuk. Tiap saat, kebisingan dan ulahnya mengganggu kenyamanan dan rasa aman di lingkungan. Lantas pada pagi ini, puncak dari kekacauan itu terjadi.
“Tiba-tiba seorang pria yang dipengaruhi minuman keras berteriak-teriak dan dengan brutalnya mendobrak dan mencabut pintu kelas. Suara keras itu langsung membuat anak-anak murid yang sedang belajar ketakutan. Mereka berlari berhamburan, mencari perlindungan, tangis histeris pun pecah,” kata Maria dalam wawancaranya melalaui pesan WhatsApp, Kamis (7/8/2025).
Ia menambahkan, pria itu kemudian masuk dan tanpa belas kasihan membongkar tas sekolah anak-anak satu persatu. Ia lalu mengambil uang saku mereka yang tak seberapa, hanya seribu dua ribu rupiah, seolah itu adalah harta karun bagi anak-anak murid yang masih kecil.

Ini bukan kali pertama hal seperti ini terjadi. Sering kali para pemabuk di sana membuat ulah, bahkan mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan sehingga menabrak apapun yang ada di sekitarnya, mengancam keselamatan semua orang, termasuk anak-anak di SD Inklusi Matahari.
Kejadian ini bukan hanya merenggut uang saku, tetapi juga merampas hak anak-anak untuk merasa aman di tempat mereka seharusnya belajar. Ketakutan yang membekas di mata mereka ini menjadi bukti nyata bahwa lingkungan yang tidak aman bisa menghancurkan impian dan masa depan seseorang.
Ia juga menekankan sampai kapan pemabuk dan Miras dibiarkan berpesta pora di Nabire. Adakah ruang aman untuk anak-anak, adakah perlindungan bagi anak-anak difabel atau berkebutuhan khusus di Nabire ini.(edi)
Bagikan artikel ini


