P3K Mesti Siap di Kabupaten Dogiyai
DOGIYAI – Pelayanan tujuan keselamatan selalu saja siap di Kabupaten Dogiyai, mulai dari hal sangat mendesak (emergensi) tanpa memanda
Bagikan
DOGIYAI – Pelayanan tujuan keselamatan selalu saja siap di Kabupaten Dogiyai, mulai dari hal sangat mendesak (emergensi) tanpa memandang Ras, suku, basisnya relawan kemanusiaan diakuinya sebagai wilayah Fransiskan Meuwodide Dogiyai ini. Pelayanan keselamatan tanpa memandang siapa dia, pertolongan pertama pada kecelakaan. Organisasi kami di lindungi dengan hukum kemanusiaan internasional. Penegasan ini dikemukakan Ketua PMI Dogiyai, Marius Boga, AK kepada media ini di Moanemani, setelah mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta. Dalam Munas itu, ikut memilih Ketua Umum (Ketum) PMI pusat. Berhasil terpilih kembali bapak Jusuk Kalla yang dikenal JK, mantan Wakil Presiden Repubik Indonesia tahun kemarin ini, ujar Maris Boga, hal fokus periode tiga menyusun AD/ART. Mimpi besar program PMI kedepan bantuan yakni helikopter di wilayah bencana. Inspirasi sebelumnya, Poso, Mapanduma dan Aceh, jelas belum setahun terpilih Ketua PMI Dogiyai ini, pelayanan keselamatan tahun 2020 di Dogiyai ada tiga hal. Pertama, kata dia, sosialisasi ke sepuluh distrik program kerja PMI Dogiyai ke masyarakat luas. Mendata pasien penderita mata katarak, gratis pemeriksaan di Dogiyai. Pada kesempatan itu, Marius Boga memberikan bingkisan kepada bapak Jusuf Kalla pada Munas sebuah Noken Angkrek, lewat (via) Ketua PMI Propinsi Papua, Yolanda Tinal, ungkapnya. Dalam musyawarah nasional ikut hadir negara tetangga, kata Boga, seperti Australia, Filipina, Malaysia, Timur Leste dan beberapa negara di Asia Pasifik lainnya.(don)
Bagikan artikel ini


