NABIRE - Pelaksanaan pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II Tahun Anggaran (TA) 2024, usia diserahterimakan pekerjaan pada daerah irigasi di Kabupaten Nabire, Senin 25 November 2024 lalu dan diterima baik oleh pihak P3-TGAI Maju Lancar Bumi Raya.

Dikatakan salah satu perwakilan dari P3-TGAI Maju Lancar Bumi Raya, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada BWS Papua yang sudah membantu dengan pembuatan saluran air yang bagus dan berharap juga agar BWS Papua jangan selesai dari serah terima ini saja, tetapi masyarakat masih membutuhkan koordinasi dan kerjasama nanti.

Adapun P3-TGAI tahap II TA 2024 ini sesuai Kepmen PUPR Nomor: 1978KPTS/14/2024, tertangal 9 Agustus 2024 tentang Penetapan Lokasi Daerah Irigasi Penerima P3-TGAI Tahap II TA 2024 dan Permen PUPR Nomor 4 Tahun 2021 temang Pedoman Penyelenggaraan P3-TGAI melalui penetapan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Penetapan Daerah Irigasi Penerima P3-TGAI TA 2024.

Dimana, tujuan P3-TGAI ini untuk meningkatkan fungsi dan manfaat dari perbaikan jaringan irigasi yang dibangun maupun direhabilitasi, sehingga berdampak bertambahnya luasan area pertanian yang dapat diairi. Selain itu, dengan pelaksanaan kegiatan P3-TGAI ini diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja dari para petani serta masyarakat setempat, sehingga perekonomian masyarakat pedesaan tetap berjalan dengan baik.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave H I Muchaimin, S.T., M.Eng.,SC, mengatkan, hari ini pihaknya menyerahkan pekerjaan ini ke pihak desa agar bisa dipakai dan gunakan secara baik dan untuk diketahui pekerjaan untuk maju lancar ada pembuatan saluran berukuran 200 meter.

"Harapan kami, dengan adanya pembuatan saluran dari beton dan pengaliran air yang ada di maju lancar dan bisa bermanfaat,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA II BWS Papua, Neilzen Wiliam Wambrauw, ST mengatakan, laporan mengenai realisasi pembangunan irigasi di empat daerah irigasi utama di Kabupaten Nabire, yaitu daerah Irigasi Biha - Tersier sepanjang 575 meter.

Kedua, daerah Irigasi Lagari Jaya - Tersier sepanjang 400 meter. Daerah Irigasi Kali Bumi - Tersier sepanjang 2.820 meter dan daerah Irigasi Wanggar - Tersier sepanjang 160 meter.

Total jaringan tersier yang dibangun mencapai 3.980 meter, dengan melibatkan 315 tenaga kerja dari petani dan masyarakat setempat. Program ini tidak hanya memperluas area pertanian yang dapat diairi, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja, mendukung perekonomian lokal di Kabupaten Nabire.

Muhammad Fauzi selaku Kepala Satuan Kerja Operasi dan Penularan SDA Papua dari Balai Wilayah Sungai Papua menambahkan, Kabupaten Nabire menerima manfaat P3-TGAI di 21 lokasi dan program ini diharapkan membantu petani dalam pengairan lahan sawah, mendukung kegiatan penanaman untuk masa tanam berikutnya.(rob)