NABIRE - Orang Papua harus berarti di atas tanahnya dengan melestarikan adat dan budayanya.  Semua orang yang hidup di atas tanah ini juga harus menjunjung tinggi adat dan budaya orang Papua. Karena sebelum agama dan pemerintah masuk, adat dan budaya terlebih dahulu mempersatukan orang Papua. Baik itu lewat acara–acara resmi lainnya termasuk peminangan perempuan. Hal ini dikemukakan Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Nabire, Dirk Rumawi pada acara peminangan dari keluarga besar Mudumi/Nusi atas anak Dorus Mudumi yang akan dikawinkan dengan anak Kristin Meilani Margareth Benais, Nanthi/Fairyo, Selasa (10/9). Acara ini digelar di kediaman Decky Er. Nanthi, di Jalan Yan Mamoribo.“Kristin ini merupakan salah satu cucu dari Arnold Nanthi dan Orpa Erari keturunan bangsawan yang berasal dari Suku Woa yang hidupnya di Dusun Mosandurey Kampung Napan Distrik Napan,” tuturnya.Lebih lanjut dikatakan, Kristin Meilani Margareth Benais Nanthi yang merupakan anak tertua dari pasangan Decky Er. Nanthi dan Nelly Elisabeth Fairyo (alm), pada hari ini secara adat telah resmi menjadi istri Dorus Wudumi yang merupakan putra ke 6 dari hasil perkawinan Apsalom Wudumi (alm) dan Piternela Nusi.Dari prosesi adat peminangan yang berlangsung cukup hikmat dan meriah itu, dipimpin pembawa acara Yul Marey. Pada saat pihak laki-laki sudah tiba di rumah pihak perempuan, dengan membawa sejumlah piring besar dan kecil serta satu guci besar dan sejumlah uang sebagai benda adat pembayaran pinangan.Pihak Laki-laki diberikan kesempatan sejenak untuk istirahat, para tetua adat dipersilakan masuk ke dalam rumah Decky Er. Nanthi untuk berunding antara kedua belah pihak. Keluarga laki-laki diwakili AQ. Numberi diberikan kesempatan menyampaikan tujuan kehadirannya untuk meminang anak perempuan dari Decky Er. Nanthi.“Kristin anakku, engkau sangat mahal di mata bapak.  Bukan ini berarti harta piring yang bapak maksud, tetapi harga dirimu sebagai putri keturunan Suku Woa dan bapak merelakan semua ini karena harta firumi,” kata Decky Er. Nanthi di sela-sela acara tersebut.Dengan membawa sejumlah piring dan uang, alias barang pinangan dan setelah pihak laki-laki berbicara, pihak perempuan diberikan kesempatan menanggapi kehadiran pihak laki-laki. Dan terjadilah kesepakatan bahwa pinangan tetap berjalan.  Karena adat yang telah dilakukan saat ini merupakan hasil kesepakatan dari kedua anak. Sebagai orang tua hanya merestui dan mempersatukan mereka lewat perkawinan adat.Setelah itu, pihak laki-laki dipersilakan masuk rumah Decky Er. Nanthi untuk menyerahkan barang pinangan.  Dan sekembalinya dari dalam rumah pihak laki-laki diberikan kesempatan makan pinang (kakes) serta menyaksikan pemasangan tanda ikatan. Dorus memasang kalung di leher Kristin dan sebaliknya Kristin memasang gelang pada tangan kanan Dorus Wudumi. (Erens E. Rumbobiar)